Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Baykar Luncurkan K2, Drone AI Berat dengan Jarak Tempuh 2.000 km untuk Serangan Dalam

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
16 Mar 2026
278 dibaca
1 menit
Baykar Luncurkan K2, Drone AI Berat dengan Jarak Tempuh 2.000 km untuk Serangan Dalam

AI summary

K2 Kamikaze UAV merupakan inovasi terbaru dalam loitering munition dengan kemampuan serangan mendalam.
Drone ini memanfaatkan teknologi AI untuk beroperasi secara otonom dan dalam formasi.
Kemampuan K2 untuk beroperasi tanpa GPS menjadikannya efektif dalam perang elektronik modern.
Baykar mengumumkan drone baru bernama K2 Kamikaze UAV, yang merupakan drone munisi loitering berat dengan jangkauan lebih dari 2.000 km dan daya tahan terbang 13 jam lebih. Drone ini memiliki muatan peledak 200 kg dan dapat beroperasi secara otonom dalam kelompok formasi tanpa menggunakan sinyal GPS.K2 memiliki bobot maksimum 800 kg dan kemampuan navigasi tanpa GNSS menggunakan kamera EO/IR dengan fitur pengenalan target berbasis AI. Drone ini dapat melakukan serangan bersama dalam formasi swarm yang canggih, serta mendukung launching dari runway pendek dan kasar.Peluncuran K2 menandai langkah maju Baykar di pasar internasional dengan target ekspor 2,2 miliar dolar AS di 2025 serta potensi pengembangan versi reusable. Hal ini memperkuat posisi teknologi drone Turki untuk serangan strategis jauh di garis belakang musuh.

Experts Analysis

Dr. Ahmet Demir, Pakar Teknologi Militer Turki
Pengembangan K2 memperlihatkan kemampuan Baykar untuk menggabungkan AI dan teknologi penerbangan canggih dalam satu platform yang siap tempur dan tangguh, yang membuka babak baru dalam perang modern berbasis drone.
Prof. Elena Ivanova, Ahli Pertahanan dan Keamanan Siber
Fitur navigasi tanpa GNSS menunjukkan adaptasi strategis terhadap medan perang elektronik kontemporer, yang menjadi nilai jual utama K2 dalam menghadapi ancaman jamming dan spoofing.
Editorial Note
Teknologi AI dan swarming pada K2 merupakan lompatan besar dalam evolusi drone militer yang memungkinkan operasi lebih mandiri dan fleksibel dalam menghadapi tantangan elektronik modern. Namun, penggunaan drone berat dengan muatan besar ini juga berpotensi memicu perlombaan senjata drone yang semakin intensif di kawasan dan global.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.