Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ngo Bao Chau: Dari Amerika ke Asia, Mendorong Asia Jadi Pusat Matematika Dunia

Sains
Matematika
SCMP SCMP
16 Mar 2026
22 dibaca
1 menit
Ngo Bao Chau: Dari Amerika ke Asia, Mendorong Asia Jadi Pusat Matematika Dunia

Rangkuman 15 Detik

Ngo Bao Chau memiliki visi untuk menjadikan Asia sebagai kekuatan dalam bidang sains dan matematika.
Ia meninggalkan AS karena ketidakpuasan terhadap lingkungan akademik di sana.
University of Hong Kong akan menjadi tempat baru bagi Ngo Bao Chau untuk berkontribusi di bidang pendidikan.
Ngo Bao Chau, matematikawan terkemuka asal Vietnam dan penerima Fields Medal, memutuskan meninggalkan Amerika Serikat untuk bergabung dengan University of Hong Kong mulai Juni. Keputusan ini bukan hanya karena kondisi akademik yang memburuk di AS, tetapi juga dorongan visi besar untuk mengembangkan Asia sebagai pusat utama ilmu pengetahuan dan matematika global. Ngo mengungkapkan kekecewaannya terhadap berbagai hal yang terjadi di dunia akademik Amerika Serikat yang sebelumnya dikenal sebagai institusi penghargaan ilmu pengetahuan dan penemuan selama 400 tahun. Ia juga menilai Asia, terutama China, memiliki peluang dan potensi unik untuk berkembang menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dan matematika terbaik di dunia. Dengan bergabung ke University of Hong Kong, Ngo berharap dapat berperan aktif dalam mewujudkan visi tersebut, yang pada akhirnya dapat mengubah lanskap pendidikan tinggi dan riset di Asia. Langkah ini berpotensi mempercepat kemajuan dan posisi Asia di kancah ilmiah global.

Analisis Ahli

Terence Tao
Perpindahan akademisi kelas dunia ke Asia menunjukkan pergeseran global dalam pusat kekuatan penelitian. Ini akan membuka peluang kolaborasi dan inovasi yang lebih luas.
Maryam Mirzakhani (almarhum)
Investasi dalam tahap awal dan perpindahan para ilmuwan berprestasi ke wilayah yang sedang berkembang dapat mempercepat kemajuan ilmu matematika secara global.