Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Ketergantungan pada Hyperscalers Ancaman bagi Desentralisasi Blockchain

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (10d ago) cryptocurrency (10d ago)
15 Mar 2026
210 dibaca
2 menit
Mengapa Ketergantungan pada Hyperscalers Ancaman bagi Desentralisasi Blockchain

Rangkuman 15 Detik

Ketergantungan pada hyperscalers dapat menimbulkan risiko bagi desentralisasi dalam ekosistem blockchain.
Penggunaan teknologi seperti MPC dan TEEs tidak menghilangkan risiko, tetapi hanya mengubah bentuknya.
Penting untuk memiliki infrastruktur yang terdiversifikasi untuk menjaga netralitas dan partisipasi yang adil dalam sistem blockchain.
Diskusi di Consensus Hong Kong mengangkat kembali isu blockchain trilemma dengan fokus pada ketergantungan pada hyperscalers seperti Google Cloud dan Microsoft Azure yang dianggap berpotensi mengancam desentralisasi. Charles Hoskinson berargumen bahwa teknologi kriptografi seperti MPC dan confidential computing mampu menjaga data agar tidak bisa diakses langsung oleh penyedia cloud. Namun, argumen ini menghadirkan dampak baru dalam hal kompleksitas pengelolaan dan titik kegagalan tersebar, bukannya hilang. MPC mendistribusikan material kunci di banyak pihak yang membuat satu node sulit disusupi, tapi keamanan sistem bergantung pada koordinasi yang tepat dan protokol yang benar. TEEs memberikan enkripsi data saat eksekusi dengan asumsi hardware yang aman namun terus ditemukan lubang keamanan. Hyperscalers tetap menguasai lapisan fisik dan kemampuan operasional, sehingga meskipun data sulit diakses, mereka masih dapat membatasi layanan seperti bandwidth dan lokasi. Pada akhirnya, Layer 1 blockchain fokus pada konsensus dan verifikasi, dengan komputasi berat di luar rantai yang bisa sangat terpusat jika menggunakan infrastruktur hyperscaler. Untuk menjaga desentralisasi dan ketahanan, perlu dikembangkan infrastruktur penyimpanan dan komputasi desentralisasi yang aligned secara ekonomi dengan protokol. Hyperscalers diposisikan sebagai akselerator opsional, bukan fondasi, agar jika terjadi gangguan pada penyedia cloud besar, jaringan blockchain tetap bisa berjalan lancar.

Analisis Ahli

Vitalik Buterin
Desentralisasi yang sejati tidak hanya soal protokol tapi juga infrastruktur yang menjalankan protokol tersebut; oleh karena itu, memecah dominasi hyperscalers adalah kunci untuk masa depan blockchain yang resilient.
Emin Gün Sirer
Teknologi seperti MPC dan TEEs membantu mengurangi risiko pengambilan alih data, namun mereka bukan solusi tunggal tanpa desentralisasi hardware dan diversifikasi node yang memadai.