TLDR
Kecerdasan buatan memungkinkan peneliti untuk menghubungkan pengamatan astrofisika dengan interaksi subatom. Bintang neutron memberikan wawasan unik ke dalam fisika gaya kuat pada kerapatan ekstrem. Penelitian ini membuka peluang untuk mengeksplorasi sifat materi eksotis yang tidak dapat diuji di Bumi. Para ilmuwan menggunakan AI untuk menerjemahkan data pengamatan bintang neutron menjadi pemahaman interaksi proton dan neutron. Ini dilakukan melalui analisis gelombang gravitasi dan sinar-X dari peristiwa astrofisika yang dikenal sebagai multimessenger events. Pendekatan ini menembus batas antara dunia makroskopik bintang dan fisika kuantum mikroskopis.Tim riset membangun framework AI yang berfungsi sebagai pengganti supercepat untuk perhitungan kompleks gaya kuat di dalam bintang neutron. Penggunaan dua algoritma, satu berbasis fisika kuantum dan satu lagi jaringan saraf, memungkinkan prediksi sifat fisik bintang seperti ukuran dan deformasi tidal. Pendekatan ini dibandingkan berhasil dengan data eksperimen darat dan menyediakan hasil lebih baik untuk pengamatan masa depan.Peneliti mampu mengidentifikasi kekuatan gaya nuklir dan kemungkinan keberadaan materi eksotik yang tidak bisa diuji di laboratorium Bumi. Ini penting untuk pengembangan pemahaman fisika nuklir dan fenomena tiga partikel dalam kondisi ekstrim. Hasil ini membuka peluang baru dalam astrofisika dan fisika partikel melalui observasi fenomena alam terbesar seperti tabrakan bintang neutron.