Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Peretasan Akun WhatsApp dan Signal oleh Kelompok Rusia Terungkap

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (23d ago) cyber-security (23d ago)
10 Mar 2026
279 dibaca
1 menit
Bahaya Peretasan Akun WhatsApp dan Signal oleh Kelompok Rusia Terungkap

Rangkuman 15 Detik

Peretasan yang didukung oleh Rusia dapat mengancam keamanan komunikasi di aplikasi seperti WhatsApp dan Signal.
Badan intelijen Belanda mengidentifikasi metode peretasan yang melibatkan phishing untuk mendapatkan akses ke akun.
Pengguna aplikasi pesan instan diingatkan untuk tidak membagikan informasi sensitif seperti kode verifikasi.
Dua badan intelijen Belanda memperingatkan adanya peretas didukung Rusia yang berhasil menyadap akun WhatsApp dan Signal. Serangan menargetkan pejabat, anggota militer, dan jurnalis dengan modus memanipulasi kode verifikasi dan PIN. Ini menunjukkan adanya celah keamanan meski platform memakai enkripsi ujung-ke-ujung. Peretas menggunakan penyamaran sebagai chatbot Dukungan Signal untuk membujuk korban membocorkan kode. Fitur akun terhubung ganda di Signal juga menjadi celah dimanfaatkan peretas. WhatsApp mengingatkan pengguna agar tidak membagikan kode enam digit dan terus meningkatkan perlindungan keamanan. Serangan phishing canggih ini menunjukkan pentingnya kesadaran pengguna terhadap ancaman online. Signal menegaskan sistem enkripsi dan infrastrukturnya tetap aman. Dampaknya meminta aplikasi chat meningkatkan edukasi dan proteksi untuk mencegah pencurian data dan penyadapan informasi sensitif.

Analisis Ahli

Brian Krebs (Investigative Journalist in Cybersecurity)
Serangan seperti ini memanfaatkan psikologi pengguna yang seringkali kurang menyadari risiko membagikan kode verifikasi. Penguatan sisi user awareness adalah solusi yang hampir selalu direkomendasikan oleh para ahli keamanan siber.
Bruce Schneier (Security Technologist)
End-to-end encryption tidak akan efektif jika pengguna dikelabui untuk menyerahkan kredensialnya. Ini adalah serangan klasik berbasis social engineering yang memerlukan solusi selain teknis, yaitu pendidikan dan kebijakan ketat.