Drone Sayap Bambu Ringan dan Murah, Langkah Baru Industri Hijau China
Sains
Iklim dan Lingkungan
05 Mar 2026
53 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengembangan drone dengan sayap komposit bambu menunjukkan potensi inovasi di sektor penerbangan yang lebih ramah lingkungan.
Bamboo-based composites bisa menjadi solusi biaya rendah dalam industri teknologi penerbangan.
Drone ini berpotensi mendukung berbagai aplikasi dalam ekonomi rendah-altitude di China.
Peneliti China berhasil menerbangkan drone fixed-wing dengan sayap berbahan komposit bambu yang lebih ringan dan murah dari serat karbon. Drone ini memiliki rentang sayap 2,5 meter, berat sekitar 7 kilogram, dan mampu terbang selama lebih dari satu jam dengan lepas landas vertikal. Penggunaan bahan bambu membuka jalan bagi material ramah lingkungan di industri drone.
Bambu sebagai bahan komposit menggantikan serat karbon yang mahal dan sulit terurai. Drone ini lebih dari 20 persen lebih ringan dan mengurangi biaya struktur lebih dari 20 persen. Lebih dari seperempat struktur drone menggunakan komposit bambu, terutama pada kulit fuselage, yang diuji terhadap standar ketahanan, kekuatan, dan elastisitas sesuai standar penerbangan.
Inovasi ini mendukung perkembangan ekonomi ketinggian rendah di China, mencakup logistik, pertanian, dan layanan lingkungan. Perusahaan berharap aplikasi bambu bisa meluas ke kendaraan energi baru, peralatan maritim, hingga komponen satelit kecil. Penggunaan bambu berpotensi mengurangi jejak lingkungan sekaligus mendorong teknologi berbiaya rendah dan berkinerja tinggi.
Analisis Ahli
Qin Daochun
Menjelaskan bahwa bahan bambu memenuhi berbagai syarat mekanis dan proses pembentukan sesuai standar kelaikan terbang, menegaskan potensi bambu sebagai solusi material baru yang kuat dan fleksibel.

