Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Block Pangkas Besar-besaran Karyawan Berkat AI, Saham Melonjak Drastis

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
News Publisher
27 Feb 2026
1256 dibaca
2 menit
Block Pangkas Besar-besaran Karyawan Berkat AI, Saham Melonjak Drastis

TLDR

Pemotongan tenaga kerja di Block menunjukkan dampak signifikan dari teknologi AI terhadap struktur organisasi.
Reaksi pasar saham terhadap pemotongan tenaga kerja mengindikasikan bahwa investor menghargai efisiensi yang didorong oleh AI.
Perbedaan dalam regulasi ketenagakerjaan antara AS dan Eropa dapat menciptakan kesenjangan dalam valuasi perusahaan teknologi.
Jack Dorsey, pemimpin dari perusahaan teknologi Block, mengumumkan langkah besar dengan memotong hampir setengah tenaga kerjanya, yaitu lebih dari 4.000 karyawan. Keputusan ini bukan karena masalah finansial, melainkan didorong oleh penggunaan alat AI bernama Goose yang dikembangkan internal perusahaan untuk meningkatkan efisiensi kerja karyawan.Goose adalah alat AI yang menghubungkan pada model bahasa besar dan membantu otomatisasi berbagai tugas mulai dari penulisan kode hingga analisis data. Saat ini, 60% karyawan Block menggunakan Goose setiap minggu dan alat ini mampu memangkas hingga 25% jam kerja manual karyawan, terutama insinyur yang menghemat 8-10 jam per minggu.Respons pasar sangat positif; nilai saham Block langsung naik hampir 24% selepas pengumuman tersebut, menambah nilai perusahaan sekitar 8 miliar dolar AS. Ini menunjukkan pasar menghargai perusahaan yang mampu mengadopsi AI untuk memangkas biaya tenaga kerja secara agresif.Keputusan Block pun dipandang sebagai petunjuk bagi banyak perusahaan lain bahwa pemanfaatan AI dan restrukturisasi tenaga kerja berbasis data dapat meningkatkan valuasi dan efisiensi. Namun, ada skeptisisme mengenai apakah semua perusahaan benar-benar mendapatkan efisiensi sebesar itu atau hanya menggunakan alasan AI untuk restrukturisasi yang sudah lama diperlukan.Selain tren di Amerika Serikat, ada juga tantangan regulasi di Eropa yang membuat pemutusan hubungan kerja harus melalui proses panjang, sehingga negara-negara Eropa mungkin akan kalah cepat dalam menyesuaikan diri terhadap revolusi AI dalam transformasi tenaga kerja.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.