Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Diamati dari Indonesia, Simak Waktunya!
Courtesy of CNBCIndonesia

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Diamati dari Indonesia, Simak Waktunya!

Memberikan informasi tentang peristiwa Gerhana Bulan Total yang dapat diamati dari Indonesia pada 3 Maret 2026, serta menjelaskan proses dan waktu terjadinya gerhana tersebut agar masyarakat siap mengamati dan memahami fenomena ini.

27 Feb 2026, 11.42 WIB
214 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat diamati di Indonesia.
  • Fenomena ini terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang sejajar.
  • BMKG memberikan informasi terperinci mengenai waktu dan durasi gerhana.
Jakarta, Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan akan terjadi fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) pada tanggal 3 Maret 2026. Gerhana ini akan bisa dilihat langsung oleh masyarakat di Indonesia, menjadikannya momen khusus yang layak disaksikan.
Gerhana Bulan terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari tidak langsung sampai ke Bulan. Fenomena ini hanya bisa terjadi saat fase purnama karena posisi Bulan harus berhadapan dengan Matahari dan Bumi.
Pada Gerhana Bulan Total, Bulan akan benar-benar masuk ke bayangan inti Bumi yang disebut umbra. Saat itu, Bulan dapat tampak berwarna merah karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami hamburan, sehingga warna merah yang dominan sampai ke permukaan Bulan.
BMKG mencatat fase total gerhana ini mulai pukul 18.03 WIB, dengan puncak gerhana pada pukul 18.33 WIB, dan berakhir pada pukul 19.03 WIB. Durasi totalitas berlangsung sekitar 59 menit 27 detik, membuatnya cukup lama untuk diamati dengan jelas.
Selain Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, sepanjang tahun tersebut akan terjadi tiga gerhana lainnya. Namun, hanya gerhana ini yang bisa dilihat dari Indonesia, karena gerhana lainnya terjadi di bagian dunia yang berbeda.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260227113932-37-714504/gerhana-bulan-total-3-maret-bisa-dilihat-di-langit-ri-catat-jadwalnya

Analisis Ahli

Dr. Andi Suryadi (Astrofisikawan)
"Fenomena ini merupakan kesempatan langka untuk membuktikan konsep dasar astronomi secara langsung ke publik, meningkatkan minat dan pemahaman masyarakat tentang sains."
Prof. Lina Kusuma (Meteorolog BMKG)
"Perhitungan fase gerhana yang presisi menunjukkan kemajuan teknologi BMKG dalam memantau fenomena astronomi dan fenomena cuaca terkait yang bisa memengaruhi pengamatan."

Analisis Kami

"Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 sangat penting sebagai jendela edukasi astronomi bagi masyarakat Indonesia sekaligus memperlihatkan keindahan alam semesta. Ini juga mencerminkan kemajuan kemampuan observasi dan prediksi astronomi modern yang semakin akurat, membuka peluang lebih luas untuk penelitian dan pengamatan fenomena langit di Indonesia."

Prediksi Kami

Masyarakat Indonesia akan memiliki peluang besar untuk mengamati secara langsung fenomena Gerhana Bulan Total yang langka ini, yang juga dapat meningkatkan minat publik terhadap ilmu astronomi dan meningkatkan aktivitas edukasi di bidang sains.

Pertanyaan Terkait

Q
Kapan Gerhana Bulan Total akan terjadi di Indonesia?
A
Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 3 Maret 2026.
Q
Apa yang menyebabkan Gerhana Bulan Total?
A
Gerhana Bulan Total disebabkan oleh posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang berada dalam satu garis lurus, sehingga cahaya Matahari terhalang oleh Bumi.
Q
Apa yang terjadi pada warna Bulan saat puncak gerhana?
A
Saat puncak gerhana, Bulan berpotensi tampak berwarna merah akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.
Q
Berapa lama durasi totalitas Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026?
A
Durasi totalitas Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 adalah selama 59 menit 27 detik.
Q
Apa saja jenis gerhana yang terjadi pada tahun 2026?
A
Jenis gerhana yang terjadi pada tahun 2026 terdiri dari Gerhana Matahari Cincin, Gerhana Bulan Total, Gerhana Matahari Total, dan Gerhana Bulan Sebagian.