
Courtesy of Forbes
Mengapa Perusahaan Gagal Maksimalkan AI: Aktivitas Meningkat, Transformasi Terhambat
Artikel ini bertujuan untuk menekankan bahwa keberhasilan AI bukan hanya soal penggunaan teknologi atau peningkatan kecepatan kerja, tetapi membutuhkan perubahan struktur mendasar dalam pengambilan keputusan dan manajemen organisasi agar nilai AI dapat berlipat ganda dan menghasilkan transformasi sesungguhnya.
27 Feb 2026, 07.17 WIB
21 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Adopsi AI tanpa merombak struktur pengambilan keputusan tidak akan menghasilkan nilai yang signifikan.
- Shadow IT adalah indikasi bahwa karyawan merasakan tekanan untuk beradaptasi dengan alat yang lebih efektif dibandingkan dengan apa yang disediakan oleh perusahaan.
- Transformasi yang sebenarnya memerlukan pengakuan terhadap pergeseran kekuasaan dan tanggung jawab dalam organisasi.
Global - Banyak perusahaan saat ini menggunakan AI dan menunjukkan angka penggunaan yang tinggi, seperti lisensi yang dibeli dan aktifnya pengguna mingguan. Namun, pencapaian ini lebih berkutat pada aktivitas permukaan tanpa merombak cara pengambilan keputusan dalam organisasi, sehingga ROI sebenarnya dari AI tetap rendah dan produktivitas tidak meningkat signifikan.
Sejarah penggunaan teknologi dalam perusahaan, seperti ERP dan CRM, menunjukkan bahwa keberhasilan ekonomi hanya diperoleh jika ada perubahan struktur kerja dan hak keputusan yang menyeluruh, bukan hanya pemasangan sistem atau alat baru. AI mengikuti pola yang sama, di mana percepatan aktivitas tidak otomatis menghasilkan transformasi ekonomi.
Penurunan biaya teknologi AI membuat eksperimen menjadi lebih murah, tapi tantangan sesungguhnya adalah adopsi manajerial dan budaya organisasi yang lambat beradaptasi, termasuk perlunya merancang ulang arsitektur pekerjaan, insentif, dan keterampilan. Banyak perusahaan masih terjebak dalam pemikiran AI sebagai alat produktivitas biasa, bukan lever pengambilan keputusan.
Fenomena seperti 'coordination theater' dan 'shadow IT' muncul ketika organisasi menunjukkan kemajuan di tingkat strategis tapi meskipun demikian, keputusan penting dan alur kerja tetap tidak tersentuh. Karyawan pun menggunakan alat AI luar formal di tempat kerja untuk tetap produktif, yang mengindikasikan jurang antara sistem resmi dan praktik nyata di lapangan.
Secara makro, meskipun investasi AI melonjak, kontribusi AI terhadap pertumbuhan produktivitas nasional masih kecil karena proses organisasi dan manajemen belum terintegrasi dengan teknologi secara mendalam. Diperlukan kesediaan untuk berani merombak model operasional dan mengelola ketidakstabilan jangka pendek agar AI dapat menghasilkan dampak jangka panjang yang nyata.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/jasonsnyder/2026/02/26/enterprise-ais-illusion-of-progress-coordination-theater/
[1] https://www.forbes.com/sites/jasonsnyder/2026/02/26/enterprise-ais-illusion-of-progress-coordination-theater/
Analisis Ahli
Liz Eversoll
"AI tidak hanya menunjukkan kelemahan struktural, tapi juga kekurangan keterampilan dalam tenaga kerja; tanpa pandangan terpadu soal kompetensi dan arsitektur pekerjaan, perusahaan tidak bisa merespon dengan tepat."
Greg Shove
"AI adalah 'serum kebenaran' bagi organisasi karena mengungkap ketidakjelasan otoritas dan misalignment insentif yang selama ini disembunyikan."
Aaron Gibson
"Dysfungsi yang diungkapkan AI sebenarnya sudah bisa dilihat di data yang ada, tapi tidak ada yang menanggapi—sekarang saatnya untuk memahami bahwa dashboard yang cemerlang belum tentu merefleksikan perubahan nyata."
Analisis Kami
"Banyak perusahaan saat ini jatuh ke jebakan menganggap AI hanya sebagai alat untuk mempercepat pekerjaan tanpa menyadari bahwa tanpa perubahan struktural pada proses dan insentif, nilai AI hanya akan setengah jalan. Transformasi sejati menuntut keberanian kecil tapi berdampak besar untuk merombak pengambilan keputusan, yang memang bukan tugas gampang tapi mutlak diperlukan agar AI tidak sia-sia."
Prediksi Kami
Di masa depan, perusahaan yang gagal merombak struktur pengambilan keputusan dan model operasional mereka akan tertinggal dalam memanfaatkan nilai penuh AI, sementara perusahaan yang berhasil mendesain ulang organisasi dan manajemen akan meraih keuntungan kompetitif dan pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan.
Pertanyaan Terkait
Q
Mengapa banyak organisasi gagal dalam mengadopsi AI secara efektif?A
Banyak organisasi gagal dalam mengadopsi AI secara efektif karena mereka mengukur aktivitas tanpa merombak struktur pengambilan keputusan yang ada.Q
Apa perbedaan antara AI asistif dan AI pengambilan keputusan?A
AI asistif meningkatkan efisiensi individu dalam pekerjaan, sedangkan AI pengambilan keputusan mengubah prioritas, pengalokasian sumber daya, dan keputusan strategis.Q
Bagaimana shadow IT berperan dalam adopsi AI di perusahaan?A
Shadow IT muncul ketika karyawan menggunakan alat AI di luar sistem resmi perusahaan karena sistem formal terlalu lambat atau tidak memadai.Q
Apa yang dimaksud dengan 'teater koordinasi' dalam konteks organisasi?A
'Teater koordinasi' mengacu pada situasi di mana organisasi tampak terintegrasi dari atas, tetapi pada kenyataannya, mereka beroperasi dalam fragmentasi dan improvisasi.Q
Mengapa transformasi struktural diperlukan untuk mendapatkan nilai dari AI?A
Transformasi struktural diperlukan untuk memastikan bahwa kecerdasan buatan dapat diintegrasikan ke dalam pengambilan keputusan yang mendasar, sehingga nilai dari AI dapat diakumulasi dan diperbesar.


