TLDR
General Atomics sedang memperluas kemampuan serangan MQ-9 Reaper dengan senjata jarak jauh. MQ-9B memiliki potensi untuk meningkatkan misi serangan dalam konflik tinggi. Pesawat ini menarik bagi banyak negara sebagai solusi untuk operasi pengintaian dan serangan. General Atomics sedang mengembangkan kemampuan drone MQ-9 Reaper agar dapat membawa dan meluncurkan rudal jelajah dengan jangkauan yang sangat jauh. Drone ini, yang juga dikenal sebagai Predator B, sebelumnya digunakan terutama sebagai alat pengumpulan intelijen dengan kemampuan pengintaian yang lama.Varian terbaru MQ-9 seperti SkyGuardian dan SeaGuardian akan mampu mengintai di titik tertentu selama berjam-jam sebelum meluncurkan serangan secara presisi. Senjata yang sedang diuji termasuk rudal AGM-158 JASSM, LRASM yang merupakan versi anti-kapal, dan Joint Strike Missile dari Kongsberg dan Raytheon.Drone ini dirancang untuk melaksanakan misi serang dari jarak jauh, memungkinkan operasi tanpa harus memasuki zona bahaya langsung musuh. MQ-9B memiliki kapasitas angkut yang besar sehingga dapat membawa senjata berteknologi tinggi sambil tetap mempertahankan daya tahan terbangnya yang khas.Rencana uji penerbangan rudal bersama MQ-9B diharapkan dimulai pada 2026. Drone ini dapat beroperasi dari pangkalan yang dekat dengan kawasan konflik dan bekerja sama dengan pasukan AS serta sekutu, memberikan fleksibilitas taktis yang lebih besar di medan tempur modern.Selain digunakan oleh Angkatan Udara AS, berbagai negara seperti Inggris, Jepang, dan Kanada juga mengoperasikan varian MQ-9B. Drone ini sudah ikut berpartisipasi dalam latihan militer besar yang melibatkan angkatan laut AS, menandakan perannya yang semakin penting di operasi gabungan dan maritim.