Dari Pakar Biologi ke Penemuan Manik Kuno: Perubahan Sains Global Terbaru
Courtesy of SCMP

Dari Pakar Biologi ke Penemuan Manik Kuno: Perubahan Sains Global Terbaru

Menjelaskan perkembangan terbaru dalam ilmu pengetahuan terkait kebijakan global, perpindahan pakar, dan penemuan arkeologis yang memiliki nilai historis, agar pembaca dapat tetap mengikuti tren dan perubahan penting di bidang sains.

25 Feb 2026, 14.30 WIB
110 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Larangan terhadap kolaborasi teknologi dapat mempengaruhi penelitian, tetapi dampaknya mungkin terbatas.
  • Pindahnya Bao Zhirong ke SUSTech menunjukkan pergeseran dalam pusat penelitian biologi.
  • Penemuan arkeologi di Sanxingdui menyoroti kekayaan sejarah dan budaya China.
Shenzhen, Republik Rakyat Tiongkok - Dalam dua minggu terakhir, berbagai perubahan signifikan terjadi dalam dunia sains, mulai dari kebijakan internasional hingga penemuan arkeologis yang mengagumkan. Larangan terhadap para peneliti China untuk ikut serta dalam program teknologi maju Uni Eropa menjadi sorotan utama yang menandai ketegangan dalam kolaborasi ilmiah global.
Meski demikian, beberapa pakar percaya bahwa dampak larangan ini terbatas karena kerja sama internasional di sektor tertentu sudah sangat rendah. Di tengah situasi ini, Bao Zhirong, seorang ahli biologi komputasi ternama di dunia, memilih meninggalkan Amerika Serikat dan bergabung dengan Southern University of Science and Technology di Shenzhen untuk memperkuat riset di China.
Kabar menarik lainnya datang dari bidang arkeologi, di mana ditemukan sebelas manik-manik karneol yang telah terpendam selama 3.000 tahun di lubang pengorbanan Sanxingdui. Manik-manik merah ini menunjukkan nilai budaya dan sejarah yang tinggi, sekaligus menghubungkan peradaban kuno di Asia dengan wilayah lain seperti Lembah Indus dan Mediterania.
Karneol sendiri adalah batu permata bernilai yang digunakan secara luas dalam berbagai kebudayaan kuno, menandakan hubungan dan perdagangan antar wilayah selama ribuan tahun lalu. Penemuan ini membuka wawasan baru bagi para ilmuwan tentang sejarah manusia dan interaksi budaya kuno.
Keseluruhan berita ini mempertegas pentingnya sains dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam pengembangan teknologi modern maupun dalam memahami sejarah dan warisan budaya umat manusia yang sangat berharga.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3344560/eus-tech-ban-chinas-mysterious-nantianmen-project-7-science-highlights?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Dr. Li Mei (Pakard Arkeologi Tiongkok)
"Penemuan karneol ini sangat penting karena menunjukkan hubungan kuno antara berbagai budaya besar dunia, membuktikan bahwa peradaban Sanxingdui bukan bagian terisolasi tetapi terhubung secara luas."
Prof. James Anderson (Ahli Kebijakan Ilmiah Internasional)
"Pembatasan terhadap peneliti China di program Uni Eropa akan memaksa China mengembangkan ekosistem risetnya secara independen, yang bisa mempercepat inovasi lokal tapi menghambat kolaborasi global."

Analisis Kami

"Langkah China merekrut pakar global seperti Bao Zhirong menunjukkan strategi ambisius mereka dalam memimpin riset ilmiah di tingkat dunia, meskipun menghadapi hambatan politik internasional. Penemuan arkeologis di Sanxingdui juga memperkuat pentingnya sains tidak hanya dalam kemajuan teknologi tetapi juga menjaga warisan budaya dan sejarah umat manusia."

Prediksi Kami

China akan semakin memperkuat posisinya dalam penelitian dan pengembangan sains secara mandiri, sementara kolaborasi internasional mungkin akan tetap dibatasi, dan penemuan sejarah kuno akan menambah wawasan penting tentang peradaban masa lalu.