Pentagon Mulai Gunakan AI Grok xAI, Tantang Dominasi Anthropic di Sistem Rahasia Militer
Teknologi
Kecerdasan Buatan
24 Feb 2026
246 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kementerian Pertahanan AS mulai mencari alternatif untuk model AI setelah ketegangan dengan Anthropic.
xAI dan model Grok diizinkan untuk beroperasi dalam sistem klasifikasi militer, menandakan diversifikasi dalam penggunaan AI.
Batasan penggunaan model AI dalam konteks militer menjadi isu penting dalam hubungan antara penyedia teknologi dan Kementerian Pertahanan.
Pentagon tengah bersiap memperluas penggunaan sistem AI di jaringan rahasia militer yang sangat sensitif. Hingga kini, model AI dari Anthropic yaitu Claude adalah satu-satunya yang diizinkan untuk digunakan dalam sistem ini. Hal ini memberikan peran sentral bagi Anthropic dalam workflow operasi militer penting seperti analisis intelijen dan pengembangan senjata canggih.
Namun, ketegangan muncul di antara Pentagon dan Anthropic mengenai batasan penggunaan AI. Pentagon ingin bisa menggunakan AI untuk berbagai keperluan, termasuk pengawasan dan senjata otonom. Sayangnya, Anthropic menolak mengurangi pembatasan yang mereka terapkan pada Claude, bahkan saat AI itu digunakan di lingkungan pemerintah yang aman.
Karena penolakan ini, Pentagon mulai mempertimbangkan opsi lain dan menggandeng perusahaan Elon Musk, xAI, yang model AI-nya bernama Grok telah menyetujui akses penuh sesuai aturan Departemen Pertahanan. Dengan kesepakatan ini, Grok dapat mulai digunakan dalam jaringan militer yang sangat rahasia, walaupun ada pertanyaan tentang kematangan teknis dan kesiapan operasional Grok.
Selain xAI, beberapa perusahaan besar lain seperti Google dan OpenAI juga sudah beroperasi di sistem militer yang tidak diklasifikasi dan tengah bernegosiasi untuk masuk ke jaringan rahasia. Pentagon memandang penting untuk mendiversifikasi penyedia AI demi mengurangi risiko bila harus menjauh dari Anthropic. Namun mengganti sistem yang telah terintegrasi dalam workflow sangatlah rumit dan berpotensi mengganggu operasi militer.
Kasus penggunaan AI dalam operasi militer sudah sangat dalam, dimana Claude bahkan mendukung misi penting seperti evakuasi Presiden Nicolás Maduro di Venezuela. Kini Pentagon dihadapkan pada keputusan strategis penting terkait performa, kontrol operasional, dan risiko etis dalam mengadopsi teknologi AI yang semakin mendalam di pertahanan nasional.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Diversifikasi platform AI dalam sistem militer sangat penting untuk menghindari ketergantungan berlebihan dan meningkatkan inovasi, namun perlu keseimbangan ketat antara kinerja dan etika.Fei-Fei Li
Penggunaan AI di lingkungan militer membawa tantangan etis besar, dan setiap sistem harus melalui audit ketat serta pengembangan berkelanjutan untuk mencegah penyalahgunaan dan kesalahan operasional.

