TLDR
China memimpin dalam pembangunan pembangkit listrik nuklir dan teknologi dalam negeri. Reaktor Hualong One dirancang untuk meningkatkan kemampuan penyediaan energi karbon-nol. Pembangkit listrik nuklir Lufeng diharapkan dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan. China terus memperkuat sektor energi nuklir dengan pembangunan lanjutan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Lufeng di provinsi Guangdong. Proyek ini kini sudah memasuki tahap pemasangan vessel tekanan reaktor untuk unit 6, yang merupakan bagian penting dari instalasi alat utama unit tersebut.PLTN Lufeng semula direncanakan memiliki empat unit reaktor CAP1000 yang merupakan versi lokal dari desain AP1000. Namun, pemerintah China memperluas proyek tersebut menjadi enam unit, dengan dua unit terakhir memakai teknologi reaktor Hualong One yang dikembangkan bersama oleh dua perusahaan energi nuklir besar nasional.Reaktor Hualong One adalah salah satu desain generasi ketiga paling banyak diterapkan di dunia, yang menjanjikan kapasitas besar dan keamanan operasional tinggi. Setiap unit Hualong One memiliki kapasitas sekitar 1,200 MW, sedikit lebih besar dibandingkan reaktor tipe CAP1000 yang berkapasitas 1,160 MW.Begitu rampung, seluruh enam unit PLTN Lufeng akan dapat memproduksi sekitar 52 terawatt-jam listrik setiap tahunnya, yang setara dengan mengurangi emisi karbon sebesar 42 juta ton dengan menghindari pembakaran 16 juta ton batubara. Hal ini menunjukkan peran penting pembangkit nuklir dalam agenda pengurangan emisi China.Pemerintah telah mengizinkan pembangunan unit baru ini sejak 2014 dan konstruksi untuk unit 5 dan 6 dimulai pada 2022. Target penyelesaian unit yang memakai teknologi Hualong One adalah antara tahun 2028 dan 2029, menandai tonggak penting dalam pencapaian target energi hijau nasional.