Investasi Besar Amerika-AS dan India Perkuat Ekosistem AI Global di Asia
Courtesy of CNBCIndonesia

Investasi Besar Amerika-AS dan India Perkuat Ekosistem AI Global di Asia

Melaporkan ekspansi investasi besar-besaran dari perusahaan teknologi AS dan kolaborasi dengan perusahaan India untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan di India, sekaligus menunjukkan potensi dan tantangan yang dihadapi India sebagai calon kekuatan AI di masa depan.

24 Feb 2026, 12.15 WIB
22 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Amerika Serikat meningkatkan investasi di ekosistem AI India.
  • Perusahaan-perusahaan India juga berkomitmen untuk membangun infrastruktur digital yang mendukung AI.
  • India harus mengatasi tantangan struktural untuk menjadi kekuatan AI global.
Jakarta, Indonesia - Perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat seperti Amazon, Microsoft, Meta, dan Alphabet memperluas pengaruh mereka di Asia melalui investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI) di India. Diperkirakan, investasi hyperscaler global dalam AI tahun ini mencapai Rp 11.69 quadriliun (US$700 miliar) atau sekitar Rp 11.000 triliun.
Microsoft mengumumkan rencana investasi sebesar Rp 835.00 triliun (US$50 miliar) khusus untuk pengembangan AI di kawasan Global South termasuk India hingga akhir dekade. Selain itu, OpenAI dan AMD menggandeng Tata Group, perusahaan asal India, untuk memperkuat kemampuan AI di negara tersebut.
Di sisi lokal, konglomerasi besar India seperti Reliance Industries dan Adani Group menyiapkan investasi masing-masing Rp 1.84 quadriliun (US$110 miliar) dan Rp 1.67 quadriliun (US$100 miliar) untuk membangun data center dan infrastruktur digital AI dalam 10 tahun ke depan. Ini menunjukkan betapa seriusnya India dalam membangun ekosistem teknologi mereka.
Selain investasi korporasi, kerja sama bilateral antara pemerintah AS dan India juga semakin erat dengan penandatanganan kesepakatan Pax Silica yang bertujuan mengamankan rantai pasok teknologi berbasis silikon di masa depan. Tokoh penting dunia teknologi pun turut hadir dalam acara ini.
Meski ada potensi besar, sejumlah analis menilai India masih menghadapi tantangan dalam menarik modal ventura dan memperbaiki iklim usaha di sektor AI. Namun, dengan talenta teknik yang kuat dan kemitraan yang semakin erat, India dapat menjadi kekuatan besar dalam pengembangan AI di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260224112820-37-713348/amerika-serbu-negara-asia-siapkan-uang-rp-11000-triliun

Analisis Ahli

Anirudh Suri
"India masih kurang menarik dana modal ventura dan private equity untuk investasi di bidang AI sehingga perlu perbaikan iklim usaha agar ambisinya menjadi kekuatan AI dunia bisa tercapai."
Brad Smith
"India memiliki talenta teknik yang kuat sehingga dapat menjadi salah satu tempat penting pengembangan model AI di masa depan bersama negara lain seperti China."

Analisis Kami

"Investasi besar dari perusahaan teknologi AS dan konglomerasi India menandai era baru kolaborasi strategis yang dapat memperkuat posisi India di peta AI dunia. Namun, tanpa reformasi struktural yang mendalam, terutama dalam hal modal ventura dan regulasi, potensi tersebut bisa tidak maksimal dan menghadirkan risiko kegagalan ambisi besar ini."

Prediksi Kami

Investasi dan kolaborasi besar ini akan mendorong pertumbuhan ekosistem kecerdasan buatan di India, memungkinkan negara tersebut bersaing lebih agresif dalam pengembangan AI global, meskipun perbaikan iklim usaha dan peningkatan modal ventura tetap diperlukan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diumumkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi AS di Indian AI Impact Summit?
A
Perusahaan-perusahaan teknologi AS mengumumkan komitmen investasi besar-besaran untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan di India.
Q
Berapa total proyeksi belanja modal para hyperscaler global pada tahun ini?
A
Proyeksi belanja modal para hyperscaler global diperkirakan mencapai US$700 miliar tahun ini.
Q
Apa yang direncanakan oleh Microsoft terkait investasi di AI di kawasan Global South?
A
Microsoft merencanakan investasi sebesar US$50 miliar untuk pengembangan AI di kawasan Global South hingga akhir dekade.
Q
Apa tantangan yang dihadapi India dalam menarik modal ventura untuk AI?
A
India menghadapi tantangan struktural dalam menarik modal ventura dan memperbaiki iklim usaha untuk ambisi AI-nya.
Q
Siapa saja tokoh teknologi yang hadir dalam acara tersebut?
A
Tokoh teknologi yang hadir termasuk CEO OpenAI Sam Altman, CEO Alphabet Sundar Pichai, dan CEO Google DeepMind Demis Hassabis.