Kekhawatiran AI Tekan Saham Teknologi Hong Kong Setelah Wall Street Merosot
Courtesy of SCMP

Kekhawatiran AI Tekan Saham Teknologi Hong Kong Setelah Wall Street Merosot

Memberikan informasi tentang penurunan pasar saham Hong Kong yang dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap gangguan teknologi AI dan bagaimana sentimen global serta regional mempengaruhi pergerakan saham.

24 Feb 2026, 08.58 WIB
85 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kekhawatiran tentang gangguan AI mempengaruhi sentimen pasar saham di Hong Kong.
  • Indeks saham di daratan China menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan Hong Kong.
  • Perusahaan teknologi besar di Hong Kong mengalami penurunan nilai saham, sementara beberapa sektor lain menunjukkan pertumbuhan.
Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok - Pasar saham Hong Kong turun pada hari Selasa karena investor merasa khawatir dengan perlombaan kecerdasan buatan yang dianggap dapat mengubah banyak hal secara drastis di sektor pekerjaan dan ekonomi. Kekhawatiran ini muncul setelah indeks Wall Street juga jatuh karena sentimen negatif terkait dampak AI.
Indeks Hang Seng turun 0,6 persen ke angka 26.913,68 di pembukaan hari tersebut, meski sebelumnya sempat naik 2,5 persen pada hari Senin. Indeks teknologi Hang Seng Tech juga anjlok 1 persen, terutama akibat penurunan saham perusahaan teknologi besar di Hong Kong.
Beberapa saham penting yang mengalami penurunan termasuk chipmaker Semiconductor Manufacturing International Corporation, Baidu sebagai mesin pencari utama, perusahaan e-commerce Alibaba dan platform video pendek Kuaishou Technology. Penurunan ini menjadi tanda bahwa sektor teknologi sedang mendapat tekanan kuat dari investor.
Di sisi lain, pasar saham daratan Tiongkok justru menunjukkan tren positif. Indeks CSI 300 naik 1,4 persen dan Shanghai Composite melonjak 1,2 persen, terutama karena sentimen positif dari awal Tahun Kuda dalam kalender Tiongkok. Saham di sektor non-teknologi seperti asuransi dan pertambangan juga mengalami kenaikan.
Sementara itu, indeks utama Amerika Serikat seperti S&P 500, Nasdaq, dan Dow mengalami penurunan lebih dari 1 persen setelah sebuah tulisan viral dari Citrini Research memprediksi dampak negatif AI terhadap pekerjaan putih-collar. Pasar saham Asia lainnya seperti Nikkei dan Kospi justru mencatat kenaikan kecil.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/business/china-business/article/3344393/hong-kong-stocks-retreat-ai-worries-china-markets-rally-year-horse?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Andrew Ng
"Kecerdasan buatan memang membawa perubahan besar, tapi dampak sosial dan ekonomi harus dikelola dengan akses pendidikan ulang dan regulasi yang tepat agar tidak memicu kegelisahan pasar."
Cathy O'Neil
"AI berpotensi menggantikan banyak pekerjaan putih-collar, dan pasar saham sekaligus mengantisipasi risiko ini, yang membuat saham teknologi menjadi sangat rentan terhadap berita negatif."

Analisis Kami

"Penurunan saham teknologi di Hong Kong akibat sentimen negatif tentang AI mencerminkan ketakutan investor akan perubahan besar di sektor pekerjaan dan ekonomi. Meski pasar mainland tampil solid, ketidakpastian global terkait AI bisa menyebabkan volatilitas berkelanjutan pada saham teknologi yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan pasar."

Prediksi Kami

Kekhawatiran akan dampak disruptif AI kemungkinan akan terus menekan saham teknologi dalam jangka pendek, sementara pasar saham China daratan mungkin tetap kuat karena faktor domestik dan optimisme tahun baru.