
Courtesy of CNBCIndonesia
OpenAI Siapkan Investasi Rp10.118 Triliun untuk IPO dan Perluas Kapasitas AI
Menyampaikan rencana besar OpenAI dalam investasi komputasi dan finansial bagi pengembangan teknologi AI, serta persiapan untuk IPO dengan target valuasi tinggi di masa depan yang relevan untuk investor dan pengamat teknologi.
23 Feb 2026, 09.20 WIB
15 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- OpenAI berencana melakukan belanja komputasi agresif untuk mendukung IPO dan pertumbuhan.
- Investasi eksternal, termasuk dari Nvidia, diharapkan mendukung rencana belanja besar OpenAI.
- Target pendapatan OpenAI diperkirakan mencapai US$ 280 miliar pada tahun 2030 melalui divisi bisnis konsumer dan enterprise.
Jakarta, Indonesia - OpenAI, perusahaan pencipta ChatGPT, mengumumkan rencana ambisius untuk menghabiskan US$ 600 miliar atau sekitar Rp 10.118 triliun dalam belanja komputasi hingga tahun 2030. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan OpenAI menghadapi penawaran umum perdana (IPO) di bursa saham di masa mendatang.
OpenAI menargetkan valuasi sebesar US$ 1 triliun saat melantai di pasar saham. Pendapatan perusahaan juga diperkirakan akan tumbuh hingga US$ 280 miliar pada tahun 2030, terutama dari layanan untuk konsumen dan bisnis enterprise yang dimiliki OpenAI.
Perusahaan saat ini mencatatkan pendapatan sebesar US$ 13 miliar pada tahun 2025, yang sudah melebihi proyeksi sebelumnya sebesar US$ 10 miliar. Biaya operasional mereka pada tahun lalu juga berhasil ditekan menjadi US$ 8 miliar, lebih rendah dibandingkan target awal US$ 9 miliar.
Salah satu penopang pendanaan OpenAI adalah Nvidia, yang tengah menyelesaikan komitmen investasi sebesar US$ 30 miliar. OpenAI berupaya menggalang modal segar hingga US$ 100 miliar pada ronde pendanaan terbaru yang diperkirakan akan menaikkan valuasi mereka hingga lebih dari US$ 830 miliar.
Seiring dengan investasi besar ini, biaya untuk menjalankan proses inference, yaitu pengolahan data baru oleh model AI yang sudah dilatih, akan meningkat hingga empat kali lipat pada 2025. OpenAI berkomitmen mengembangkan kapasitas komputasi 30 GW, yang setara dengan listrik untuk 25 juta rumah tangga di AS.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260223082756-37-712918/perusahaan-pendapatan-rp219-triliun-mau-belanja-rp10118-triliun
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260223082756-37-712918/perusahaan-pendapatan-rp219-triliun-mau-belanja-rp10118-triliun
Analisis Ahli
Andrew Ng
"Investasi besar seperti ini menegaskan era baru dalam pengembangan AI yang sangat intensif sumber daya, dimana infrastruktur dan modal menjadi kunci utama keberhasilan di industri teknologi ini."
Fei-Fei Li
"Pengembangan kapasitas komputasi sebesar ini akan mendorong AI ke tingkat yang lebih maju, tetapi perlu diimbangi dengan etika dan keamanan dalam implementasinya."
Analisis Kami
"OpenAI menunjukkan visi strategis yang sangat agresif dalam investasi komputasi, menandakan bahwa mereka serius mempercepat pengembangan teknologi AI yang lebih canggih. Namun, risiko finansial dan teknis tetap tinggi karena kebutuhan biaya operasional yang terus melonjak dan ketergantungan pada investasi besar dari pihak eksternal."
Prediksi Kami
Dengan investasi besar dan komitmen modal yang kuat, OpenAI kemungkinan akan menjadi salah satu perusahaan teknologi paling dominan di dunia dengan pengaruh besar pada pengembangan AI dan transformasi industri teknologi secara global.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa rencana belanja OpenAI hingga 2030?A
OpenAI berencana menghabiskan US$ 600 miliar dalam belanja komputasi hingga 2030.Q
Berapa target valuasi OpenAI saat IPO?A
Target valuasi OpenAI saat IPO adalah US$ 1 triliun.Q
Siapa yang sedang berinvestasi di OpenAI?A
Nvidia sedang berinvestasi sebesar US$ 30 miliar dalam pendanaan terbaru OpenAI.Q
Apa yang menjadi fokus utama OpenAI dalam pengembangan mereka?A
Fokus utama OpenAI adalah mengembangkan model AI yang lebih kuat dan efisien.Q
Apa yang dinyatakan Sam Altman mengenai kapasitas komputasi?A
Sam Altman menyatakan bahwa OpenAI berkomitmen untuk mengembangkan kapasitas komputasi sebesar 30 GW.




