Budaya Kerja 996 China Diadopsi Startup AI Amerika Demi Keunggulan Kompetitif
Courtesy of SCMP

Budaya Kerja 996 China Diadopsi Startup AI Amerika Demi Keunggulan Kompetitif

Menjelaskan bagaimana budaya kerja 996 yang kontroversial dari China diadopsi oleh startup teknologi AI di Amerika Serikat sebagai strategi untuk mempercepat pengembangan produk dan memenangkan persaingan bisnis yang ketat.

20 Feb 2026, 22.51 WIB
45 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Budaya kerja 996 sedang mendapatkan perhatian di kalangan start-up teknologi di AS.
  • Long hours dianggap sebagai jalan untuk mencapai kesuksesan di industri AI yang kompetitif.
  • Kritik terhadap budaya kerja ini mencakup potensi pelanggaran hukum dan kesehatan mental karyawan.
San Francisco, Amerika Serikat - Budaya kerja 996, yaitu bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam selama enam hari dalam seminggu, awalnya dikenal di China dan menjadi kontroversial karena melibatkan kerja lembur yang ekstrim dan berisiko bagi kesehatan pekerja. Meskipun demikian, budaya ini kini mulai menarik perhatian generasi muda pendiri startup teknologi di Amerika Serikat, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI).
Generasi Z di Amerika saat ini tidak lagi fokus pada berbagai pekerjaan sampingan atau membangun merek pribadi seperti generasi sebelumnya, melainkan lebih memilih bekerja keras dan konsisten dalam sebuah kantor dengan jam kerja yang panjang. Mereka meniru gaya kerja yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan China seperti Alibaba dan ByteDance yang menggunakan budaya 996 untuk mempercepat pertumbuhan dan inovasi.
Pendukung budaya kerja 996 berargumen bahwa dalam industri AI yang sangat kompetitif, kecepatan dalam membangun produk dan mengembangkan teknologi adalah keunggulan utama. Dengan bekerja lebih lama dan lebih banyak hari dalam seminggu, startup bisa memenangkan perlombaan pengembangan dan menarik lebih banyak investasi dari pemodal ventura.
Namun, budaya kerja ini juga banyak dikritik karena dianggap tidak sehat dan kurang efisien. Banyak yang melihat waktu lama di kantor bisa jadi hanya penampilan dan tidak selalu menghasilkan produktivitas sebenarnya. Di China, budaya 996 sudah mendapat sorotan negatif setelah pekerja tewas karena kelelahan, sehingga pemerintah menegaskan bahwa praktik ini melanggar undang-undang ketenagakerjaan.
Meski begitu, para pendiri startup muda di Silicon Valley, San Francisco, dan New York masih banyak yang mengadopsi cara kerja ini dengan harapan bisa mencapai sukses lebih cepat. Tren ini menunjukkan bagaimana pengaruh budaya kerja global dapat berubah dan tantangan etis serta kesehatan pekerja perlu diperhatikan meski persaingan bisnis semakin ketat.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/article/3344052/996-goes-west-us-ai-start-ups-adopt-china-techs-controversial-work-schedule-get-ahead?module=china_future_tech&pgtype=section

Analisis Ahli

Nikole Levin
"Kecepatan pengembangan adalah faktor utama dalam persaingan startup AI, sehingga jam kerja panjang melihatnya sebagai keunggulan kompetitif."

Analisis Kami

"Menerapkan budaya kerja 996 di startup AI AS bisa jadi solusi jangka pendek untuk memenangkan persaingan pasar yang sengit, tapi ini adalah jalan berbahaya yang bisa mengorbankan kesejahteraan pekerja dan menghasilkan burnout. Perusahaan harus hati-hati menyeimbangkan antara produktivitas dan kesehatan karyawan agar pertumbuhan jangka panjang tidak terancam."

Prediksi Kami

Budaya kerja 996 kemungkinan akan terus mendapatkan pengikut di kalangan startup teknologi AS, namun tekanan dari regulasi ketenagakerjaan dan kesadaran kesehatan pekerja dapat memicu perubahan ke model kerja yang lebih seimbang di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu budaya kerja 996?
A
Budaya kerja 996 adalah jadwal kerja dari jam 9 pagi hingga 9 malam, enam hari seminggu, yang dipopulerkan oleh perusahaan teknologi di China.
Q
Mengapa beberapa perusahaan AI di AS mengadopsi budaya kerja 996?
A
Beberapa perusahaan AI di AS mengadopsi budaya kerja 996 karena mereka percaya bahwa jam kerja yang panjang adalah kunci untuk pertumbuhan yang cepat dan keunggulan kompetitif.
Q
Siapa Nicole Levin dan apa pandangannya tentang jam kerja panjang?
A
Nicole Levin adalah pemimpin platform di Pebblebed yang menyatakan bahwa pertumbuhan cepat adalah satu-satunya keunggulan yang dimiliki perusahaan di pasar yang kompetitif.
Q
Apa dampak negatif dari budaya kerja 996 yang sudah terlihat di China?
A
Dampak negatif dari budaya kerja 996 termasuk tekanan berlebihan pada karyawan, serta kritik atas pelanggaran hukum ketenagakerjaan setelah kasus kematian karyawan yang bekerja terlalu lama.
Q
Bagaimana Generasi Z mereformasi budaya kerja di perusahaan teknologi?
A
Generasi Z mereformasi budaya kerja dengan mengalihkan fokus dari pekerjaan sampingan dan branding pribadi ke kerja keras di kantor, sering kali terinspirasi oleh contoh dari China.