Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Uji Meriam Laut 155 mm, Terbesar di Armada Angkatan Lautnya

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
News Publisher
20 Feb 2026
98 dibaca
2 menit
China Uji Meriam Laut 155 mm, Terbesar di Armada Angkatan Lautnya

AI summary

Tiongkok sedang mengembangkan meriam 155 mm untuk meningkatkan kemampuan angkatan lautnya.
Pengujian sistem senjata baru menunjukkan komitmen Tiongkok untuk memperkuat pertahanan maritimnya.
Meriam baru ini dapat meningkatkan kemampuan tembakan jarak jauh dan mendukung operasi amfibi.
China kini sedang menguji coba meriam laut baru berkaliber 155 mm, yang dipasang di kapal uji Type 910 di sebuah galangan kapal di kota Dalian. Meriam ini berpotensi menjadi senjata artileri terbesar yang pernah dipasang di kapal milik Angkatan Laut Pembebasan Rakyat.Berbeda dengan meriam 130 mm yang biasa terpasang di kapal perusak dan fregat PLAN, meriam 155 mm ini memiliki kaliber lebih besar dan mampu menembakkan proyektil berpemandu. Ini berarti tembakannya bisa lebih tepat dan berjarak lebih jauh untuk serangan ke darat atau pantai.Dalam beberapa gambar juga terlihat bahwa meriam ini diuji pada kapal amfibi tipe 071. Hal ini menunjukkan bahwa China mungkin ingin menggabungkan kemampuan meriam besar dengan operasi pendaratan dan amfibi yang semakin mereka kembangkan.Sistem meriam 155 mm ini diproduksi oleh pabrik bernama State Factory 447 dan dirancang untuk penggunaan amunisi panduan yang lebih modern, meski rincian teknis dan uji tembaknya belum dipublikasikan secara resmi ke publik.Pengembangan ini penting karena memperkuat kemampuan PLAN untuk melakukan dukungan artileri laut dalam operasi melawan sasaran di darat, khususnya di wilayah sengketa seperti Laut China Selatan dan kawasan sekitar Taiwan, yang menunjukkan ambisi strategis militer China.

Experts Analysis

Naval Warfare Analyst Dr. Chen Wei
Langkah China mengembangkan senjata kaliber besar ini mengikuti tren global di mana kebutuhan akan dukungan tembakan artileri presisi tetap relevan dalam konteks konflik regional, terutama di perairan teritorial.
Defense Technology Expert Lin Mei
Penggunaan kapal uji dan platform amfibi sebagai testbed menunjukkan bahwa China serius dalam membuat solusi yang praktis, selain eksperimen teknologi tinggi seperti railgun yang masih penuh tantangan.
Editorial Note
Pengembangan meriam laut 155 mm ini menandakan bahwa China tak hanya fokus pada rudal dan teknologi canggih, tapi juga mengingat pentingnya artileri laut dalam peran dukungan tembakan amfibi dan operasi pantai. Ini bisa jadi langkah cerdik untuk memperkuat keunggulan tembakan presisi di kawasan yang rawan konflik, meskipun harus diwaspadai masalah integrasi dan biaya amunisi berpemandu yang biasanya mahal.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.