
Courtesy of CNBCIndonesia
Mengungkap Lubang Gravitasi Antartika yang Mempengaruhi Permukaan Laut dan Es
Memahami bagaimana gravitasi yang tidak merata di Bumi, khususnya lubang gravitasi di Antartika, memengaruhi permukaan laut dan perkembangan lapisan es yang berperan penting dalam iklim global dan stabilitas lingkungan.
20 Feb 2026, 08.55 WIB
39 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Gravitasi di Bumi tidak merata, dengan titik terendah di Antartika.
- Penelitian menggunakan data gempa untuk memetakan struktur Bumi dan lubang gravitasi.
- Perubahan kekuatan lubang gravitasi di Antartika terkait dengan perubahan iklim dan glasiasi.
Jakarta, Indonesia - Gravitasi di Bumi tidak merata dan titik gravitasi terendah berada di Antartika. Kondisi ini menyebabkan air permukaan laut berpindah menuju wilayah dengan gravitasi yang lebih kuat, sehingga ketinggian permukaan laut di Antartika cenderung menurun.
Penelitian terbaru menemukan bahwa ada lubang gravitasi yang terus menguat di Antartika selama jutaan tahun terakhir. Lubang gravitasi ini merupakan wilayah dengan gravitasi yang lebih rendah dan berdampak pada distribusi massa dan permukaan laut.
Alessandro Forte dan Petar Glisovic menggunakan data gelombang gempa Bumi dan model komputer berbasis fisika untuk memetakan lubang gravitasi tersebut. Mereka mengumpulkan data dan melakukan rekonstruksi struktur tiga dimensi interior Bumi seperti melakukan CT Scan untuk Bumi.
Hasil penelitian menunjukkan lubang gravitasi ini perlahan menguat sejak zaman dinosaurus, meningkat signifikan antara 50 sampai 30 juta tahun lalu. Perubahan ini terkait erat dengan perubahan iklim Antartika dan mulai terjadinya glasiasi luas di benua tersebut.
Ke depan, penelitian ini akan mengkaji lebih dalam hubungan antara gravitasi, permukaan laut, serta perubahan ketinggian benua. Pemahaman ini sangat penting dalam menilai pengaruh terhadap perkembangan lapisan es di Antartika dan perubahan iklim global.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260220083344-37-712351/lubang-gravitasi-di-antartika-makin-kuat-air-laut-bergeser
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260220083344-37-712351/lubang-gravitasi-di-antartika-makin-kuat-air-laut-bergeser
Analisis Ahli
Alessandro Forte
"Memahami gravitasi bantu kita melihat mekanisme di balik perubahan lapisan es dan permukaan laut, penting untuk riset iklim dan geofisika."
Petar Glisovic
"Pendekatan gabungan data gempa dan model matematika memungkinkan penelusuran dinamika lubang gravitasi selama jutaan tahun, membuka wawasan baru."
Analisis Kami
"Penemuan lubang gravitasi yang menguat di Antartika adalah terobosan penting yang menghubungkan proses geologis dalam Bumi dengan perubahan iklim global. Pendekatan gabungan data seismik dan model fisika membuka peluang baru untuk memetakan interaksi kompleks antara massa es dan medan gravitasi, yang selama ini kurang dipahami secara detail."
Prediksi Kami
Pemahaman lebih lanjut tentang lubang gravitasi di Antartika berpotensi membantu memprediksi perubahan iklim dan dinamika lapisan es, yang akan sangat penting dalam mengantisipasi dampak kenaikan permukaan laut di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan dalam penelitian tentang gravitasi di Antartika?A
Penelitian menemukan lubang gravitasi yang terus menguat di Antartika selama jutaan tahun.Q
Bagaimana cara peneliti memetakan lubang gravitasi?A
Peneliti menggabungkan data gempa Bumi dan model komputer berbasis fisika untuk memetakan lubang gravitasi.Q
Apa dampak dari lubang gravitasi yang ditemukan di Antartika?A
Dampak dari lubang gravitasi ini termasuk penurunan ketinggian permukaan laut di wilayah tersebut.Q
Siapa saja peneliti yang terlibat dalam studi ini?A
Peneliti yang terlibat adalah Alessandro Forte dari Universitas Florida dan Petar Glisovic dari Institut Fisika Bumi Paris.Q
Mengapa penting untuk memahami gravitasi dan permukaan laut di Antartika?A
Memahami gravitasi dan permukaan laut penting untuk mendapatkan wawasan tentang pertumbuhan dan stabilitas lapisan es.




