AI summary
Gravitasi di Bumi tidak merata, dengan titik terendah di Antartika. Penelitian menggunakan data gempa untuk memetakan struktur Bumi dan lubang gravitasi. Perubahan kekuatan lubang gravitasi di Antartika terkait dengan perubahan iklim dan glasiasi. Gravitasi di Bumi tidak merata dan titik gravitasi terendah berada di Antartika. Kondisi ini menyebabkan air permukaan laut berpindah menuju wilayah dengan gravitasi yang lebih kuat, sehingga ketinggian permukaan laut di Antartika cenderung menurun.Penelitian terbaru menemukan bahwa ada lubang gravitasi yang terus menguat di Antartika selama jutaan tahun terakhir. Lubang gravitasi ini merupakan wilayah dengan gravitasi yang lebih rendah dan berdampak pada distribusi massa dan permukaan laut.Alessandro Forte dan Petar Glisovic menggunakan data gelombang gempa Bumi dan model komputer berbasis fisika untuk memetakan lubang gravitasi tersebut. Mereka mengumpulkan data dan melakukan rekonstruksi struktur tiga dimensi interior Bumi seperti melakukan CT Scan untuk Bumi.Hasil penelitian menunjukkan lubang gravitasi ini perlahan menguat sejak zaman dinosaurus, meningkat signifikan antara 50 sampai 30 juta tahun lalu. Perubahan ini terkait erat dengan perubahan iklim Antartika dan mulai terjadinya glasiasi luas di benua tersebut.Ke depan, penelitian ini akan mengkaji lebih dalam hubungan antara gravitasi, permukaan laut, serta perubahan ketinggian benua. Pemahaman ini sangat penting dalam menilai pengaruh terhadap perkembangan lapisan es di Antartika dan perubahan iklim global.
Penemuan lubang gravitasi yang menguat di Antartika adalah terobosan penting yang menghubungkan proses geologis dalam Bumi dengan perubahan iklim global. Pendekatan gabungan data seismik dan model fisika membuka peluang baru untuk memetakan interaksi kompleks antara massa es dan medan gravitasi, yang selama ini kurang dipahami secara detail.