Gugatan Terhadap Meta: Dampak Buruk Filter Kecantikan di Media Sosial pada Remaja
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
19 Feb 2026
23 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Meta menghadapi gugatan terkait dampak negatif media sosial.
Fitur beauty filter dianggap mempengaruhi remaja secara negatif.
Zuckerberg menegaskan pentingnya kebebasan berekspresi meskipun ada kritik terhadap fitur tersebut.
Meta, perusahaan yang memiliki Instagram, Facebook, dan WhatsApp, sedang menghadapi gugatan penting di Los Angeles terkait dampak negatif media sosial terhadap penggunanya, terutama remaja perempuan. Perempuan yang mengajukan gugatan mengaku kecanduan media sosial dan aplikasi video streaming seperti Instagram dan YouTube, sehingga kasus ini menjadi perhatian banyak pihak.
Salah satu fokus utama gugatan ini adalah fitur filter kecantikan yang tersedia di aplikasi-aplikasi Meta. Filter ini dianggap mempromosikan bedah kosmetik bahkan kepada anak-anak dan remaja, meningkatkan risiko gangguan citra diri dan masalah kesehatan mental pada usia muda.
Dalam persidangan, pengacara penggugat menanyakan kepada CEO Meta, Mark Zuckerberg, tentang studi dari University of Chicago yang menyatakan bahwa beauty filter berdampak negatif pada remaja perempuan. Zuckerberg mengakui telah melihat studi tersebut namun menganggap fitur itu sebagai bagian dari kebebasan berekspresi pengguna.
Pengacara juga menanyakan tentang keputusan internal perusahaan untuk mengembalikan fitur beauty filter yang sempat dihentikan. Hal ini disorot oleh salah satu petinggi Meta, Margaret Stewart, yang menyatakan keraguannya atas keputusan tersebut karena risiko dampaknya, namun keputusan tetap diambil untuk mengembalikan fitur tersebut.
Zuckerberg sendiri mengakui tidak memiliki gelar akademik tetapi percaya bahwa ia cukup memahami statistik dan konsep sebab-akibat dalam hukum. Kasus ini memicu perdebatan tentang tanggung jawab perusahaan media sosial dalam melindungi pengguna muda dari efek buruk teknologi dan konten yang mereka hasilkan.
Analisis Ahli
Jean Twenge (Psikolog dan penulis buku tentang pengaruh media sosial)
Media sosial memang bisa memperparah masalah kesehatan mental, terutama pada remaja perempuan, dan fitur seperti beauty filter cenderung memperkuat tekanan sosial yang berbahaya.Tristan Harris (Pendiri Center for Humane Technology)
Perusahaan seperti Meta harus berfokus mengedepankan etika dalam desain produknya dan tidak mengabaikan efek samping psikologis yang serius.

