TLDR
Pemanasan logam murni pada kecepatan tinggi dapat memperkuat, bukan melemahkan. Pergerakan atom dalam logam pada kondisi ekstrem sangat berbeda dengan perilaku pada kondisi normal. Desain material baru dapat memanfaatkan sifat unik logam murni untuk aplikasi dalam lingkungan yang sangat menantang. Selama ini, aturan dasar dalam metalurgi mengajarkan bahwa memanaskan logam membuatnya lebih lunak dan mudah dibentuk tanpa retak. Aturan ini sudah digunakan sejak zaman besi oleh pandai besi untuk memudahkan pembentukan logam.Namun, penelitian terbaru oleh tim insinyur dari Northwestern University menunjukkan bahwa ketika logam murni seperti nikel dan emas dipanaskan hingga sekitar 155°C dan dideformasi dengan sangat cepat, logam tersebut justru menjadi lebih keras dan kuat, bukan lebih lunak.Untuk membuktikan hal ini, mereka menggunakan rig mikro-balistik khusus yang menembakkan partikel mikroskopis dengan kecepatan ratusan meter per detik ke permukaan logam. Benturan ini menyebabkan deformasi yang sangat cepat dan ekstrem, ribuan kali lebih cepat dari kedipan mata manusia.Fenomena pengerasan terjadi karena atom-atom logam bergetar sangat cepat saat suhu meningkat, membentuk penghalang dinamis yang mencegah deformasi. Namun, efek ini hanya terlihat pada logam murni, sedangkan kehadiran sedikit paduan menghilangkan efek pengerasan ini.Penemuan ini membuka peluang untuk merancang material dengan kemurnian tinggi yang dapat menjadi lebih kuat saat dipanaskan dan menghadapi tekanan cepat di lingkungan ekstrem, seperti pesawat hipersonik dan konstruksi di luar angkasa, mengubah cara kita memahami dan memanfaatkan logam.