
Courtesy of InterestingEngineering
Teknologi AI Kodiak AI Bawa Mobil Otonom ke Korps Marinir AS
Mengintegrasikan teknologi mengemudi otonom Kodiak Driver ke dalam kendaraan ROGUE-Fires milik Korps Marinir AS untuk memperluas jangkauan operasi, meningkatkan tempo operasional, dan mengurangi risiko bagi marinir dalam misi ekspedisi berbahaya.
13 Feb 2026, 21.27 WIB
171 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kodiak AI mengembangkan kendaraan otonom untuk meningkatkan keselamatan Marinir.
- Kodiak Driver dirancang untuk berfungsi di berbagai lingkungan yang tidak terstruktur.
- Sistem ini memiliki fitur redundansi untuk memastikan operasi yang aman dan andal.
California, Amerika Serikat - Kodiak AI adalah perusahaan yang berada di California dan sedang mengembangkan sistem mengemudi otonom yang kuat untuk kendaraan militer milik Korps Marinir AS. Sistem yang disebut Kodiak Driver ini menggabungkan perangkat lunak berbasis AI dengan perangkat keras modular untuk memungkinkan otonomi kendaraan dalam berbagai kondisi nyata di lapangan.
Salah satu keunggulan utama sistem Kodiak Driver adalah kemampuannya untuk selalu merencanakan dua jalur sekaligus: jalur utama dan jalur cadangan, sehingga kendaraan selalu siap menghadapi situasi darurat atau kesalahan pada jalur utama. Sistem ini juga didukung oleh redundansi perangkat keras dan sensor, termasuk dua SensorPod yang berisi kamera, LiDAR, serta radar.
Kodiak Driver menggunakan sistem AI tunggal yang membuat keputusan mengemudi secara real-time dengan bantuan deep neural networks yang sudah dilatih untuk berbagai jenis lingkungan, dari jalan raya hingga medan tidak terstruktur seperti gurun dan pegunungan. Sistem ini juga tetap bisa mendukung peningkatan sensor atau perangkat keras tanpa harus dilatih ulang secara keseluruhan.
Pengujian sistem telah dilakukan dalam berbagai kondisi cuaca dan medan, termasuk hujan, salju, dan panas ekstrem. Ini membuktikan ketangguhan dan keandalan teknologi Kodiak Driver dalam skenario yang menantang sekalipun.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/military/us-military-vehicles-get-autonomous-driving-system
[1] https://www.interestingengineering.com/military/us-military-vehicles-get-autonomous-driving-system
Analisis Ahli
Elon Musk
"Teknologi otonom harus selalu didukung dengan keamanan dan redundansi yang tinggi untuk aplikasi militer agar mencegah risiko kegagalan yang fatal."
Fei-Fei Li
"Penggunaan AI di kendaraan militer menunjukkan potensi luar biasa dalam mengurangi kerugian manusia dan mempercepat respons operasi, tapi butuh pengujian keamanan berlapis."
Analisis Kami
"Teknologi Kodiak Driver menandai lompatan besar dalam misi militer dengan menghadirkan keamanan dan efisiensi melalui kendaraan otonom yang canggih. Namun, tantangan terbesar tetap pada bagaimana sistem ini bisa beradaptasi secara multipel dan cepat dalam lingkungan yang sangat dinamis dan tidak terduga di medan perang nyata."
Prediksi Kami
Dalam waktu dekat, sistem Kodiak Driver akan terus berkembang dan diadopsi lebih luas oleh militer serta industri lain, mempercepat integrasi kendaraan otonom dalam operasi kritikal dan kondisi medan yang kompleks.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tujuan Kodiak AI dalam mengembangkan Kodiak Driver?A
Tujuan Kodiak AI adalah untuk menciptakan sistem pengemudian otonom yang dapat meningkatkan kesiapan pertahanan dan menjaga Marinir tetap aman.Q
Bagaimana Kodiak Driver membantu U.S. Marine Corps?A
Kodiak Driver membantu U.S. Marine Corps dengan memperpanjang jangkauan, meningkatkan tempo operasional, dan mengurangi risiko bagi Marinir.Q
Apa fitur utama dari Kodiak Driver?A
Fitur utama Kodiak Driver termasuk perencanaan jalur ganda, redundansi di setiap lapisan, dan penggunaan AI untuk pengambilan keputusan secara real-time.Q
Dalam kondisi apa saja Kodiak Driver telah diuji?A
Kodiak Driver telah diuji dalam berbagai kondisi, termasuk di jalan raya, jalan permukaan, gurun, dan pegunungan, serta dalam cuaca buruk.Q
Mengapa redundansi penting dalam sistem otonom?A
Redundansi penting dalam sistem otonom untuk memastikan bahwa jika salah satu komponen gagal, sistem tetap dapat berfungsi dengan baik.


