AI summary
Kebanyakan video medis di YouTube tidak dapat dipercaya, termasuk yang dibuat oleh dokter. Kredibilitas video medis rendah dapat memengaruhi perilaku kesehatan masyarakat. Ada kebutuhan mendesak untuk pedoman konten berbasis bukti dan pelatihan komunikasi untuk profesional kesehatan. Sebuah penelitian terbaru dari National Cancer Center mengungkap fakta mengejutkan bahwa sebagian besar video medis di YouTube, khususnya yang berbahasa Korea, tidak didukung oleh fakta yang kuat meskipun banyak dibuat oleh dokter profesional.Penelitian melibatkan 309 video medis dengan rata-rata penayangan sebanyak 164.454 kali setiap video, memperlihatkan bahwa lebih dari 60% video tersebut memiliki kredibilitas yang sangat rendah yang berarti tidak didukung oleh bukti ilmiah yang valid.Menariknya, video dengan kualitas kredibilitas terendah justru mendapatkan lebih banyak penonton dibandingkan video medis berisi informasi yang benar dan terpercaya, menunjukkan bahwa popularitas tidak selalu mencerminkan kualitas konten.Para peneliti menegaskan pentingnya penerapan pedoman konten yang berbasis bukti dan pelatihan komunikasi sains yang lebih baik bagi para dokter untuk menjaga integritas ilmiah serta mencegah penyebaran informasi medis yang keliru di platform digital.Temuan ini penting mengingat masyarakat semakin mengandalkan video YouTube untuk mendapatkan informasi kesehatan, sehingga kredibilitas dan keakuratan konten menjadi sangat krusial untuk kesehatan publik dan pencegahan informasi yang menyesatkan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa otoritas medis harus bertanggung jawab lebih serius terhadap konten yang dibuat dan dibagikan secara publik. Pelatihan khusus komunikasi sains sangat mendesak agar dokter bisa menyampaikan informasi secara jelas dan akurat, mencegah penyebaran hoaks medis berbahaya.