Alphabet Raih Pendapatan Lebih Rp 6.68 quadriliun ($400 Miliar)  Berkat Cloud, YouTube, dan AI
Courtesy of TheVerge

Alphabet Raih Pendapatan Lebih Rp 6.68 quadriliun ($400 Miliar) Berkat Cloud, YouTube, dan AI

Menyampaikan pencapaian finansial terbaru Alphabet dan perkembangan signifikan dalam bisnis cloud, YouTube, dan teknologi AI yang menunjukkan dominasi perusahaan di industri teknologi serta dampaknya terhadap pasar dan konsumen.

05 Feb 2026, 05.41 WIB
34 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Alphabet mencatatkan pendapatan tahunan lebih dari $400 miliar untuk pertama kalinya.
  • YouTube dan layanan cloud Google mengalami pertumbuhan yang signifikan.
  • Aplikasi Gemini AI terus berkembang dengan pengguna yang meningkat dan akan mengintegrasikan fitur baru.
Mountain View, Amerika Serikat - Alphabet, perusahaan induk Google, berhasil mencapai pendapatan tahunan lebih dari Rp 6.68 quadriliun ($400 miliar) pada tahun 2025. Ini merupakan pertama kalinya perusahaan melaporkan pendapatan sebesar itu, berkat pertumbuhan yang kuat terutama dari bisnis cloud dan YouTube.
Google Cloud mencatat pendapatan dengan run rate mencapai Rp 1.17 quadriliun ($70 miliar) , menandakan ekspansi besar di sektor layanan cloud. Sementara itu, YouTube juga mencetak rekor dengan pendapatan tahunan yang melebihi Rp 1.00 quadriliun ($60 miliar) melalui iklan dan langganan, menunjukkan platform ini masih sangat populer.
Aplikasi Gemini AI milik Google terus mendominasi pasar AI, dengan jumlah pengguna yang mencapai 750 juta setelah peluncuran model Gemini 3. Peningkatan pengguna sebesar 100 juta dalam waktu singkat menandai keberhasilan teknologi AI Google dalam menarik pengguna.
Google Search juga mengalami lonjakan penggunaan, terutama dengan kueri AI Mode yang telah meningkat dua kali lipat sejak diluncurkan. Hal ini menggambarkan bagaimana teknologi AI kini menjadi bagian penting dari pengalaman pencarian sehari-hari pengguna Google.
Sundar Pichai mengumumkan bahwa Google akan memanfaatkan popularitas Gemini dan AI Mode untuk mengembangkan fitur baru yang disebut agentic checkout, sebuah inovasi yang akan memudahkan transaksi dan semakin mengintegrasikan teknologi AI ke dalam kehidupan pengguna.
Referensi:
[1] https://theverge.com/news/874161/google-400-billion-revenue-q4-2025-earnings

Analisis Ahli

Andrew Ng
"Pendekatan Google dalam menggabungkan AI ke dalam berbagai layanan konsumen menunjukkan strategi jangka panjang yang cermat untuk menciptakan ekosistem yang sulit disaingi dan meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan."

Analisis Kami

"Pertumbuhan pendapatan Alphabet yang signifikan menunjukkan bahwa dominasi Google di pasar digital terus kuat, terutama dengan integrasi teknologi AI mutakhir seperti Gemini yang semakin memperluas ekosistem mereka. Namun, tantangan serius bisa muncul dari persaingan teknologi AI yang semakin ketat dan regulasi yang mungkin membatasi inovasi di masa depan."

Prediksi Kami

Google akan mengintegrasikan fitur agentic checkout di aplikasi Gemini dan AI Mode, yang kemungkinan besar akan memperkuat dominasi mereka di layanan digital dan mempercepat adopsi teknologi AI dalam aktivitas sehari-hari pengguna.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dicapai oleh Alphabet dalam laporan Q4 2025?
A
Alphabet mengumumkan bahwa mereka telah mencapai pendapatan tahunan lebih dari $400 miliar.
Q
Berapa pendapatan tahunan YouTube?
A
Pendapatan tahunan YouTube melampaui $60 miliar dari iklan dan langganan.
Q
Berapa banyak pengguna yang dimiliki aplikasi Gemini AI?
A
Aplikasi Gemini AI telah mencapai lebih dari 750 juta pengguna.
Q
Apa yang dikatakan Sundar Pichai tentang Google Search?
A
Sundar Pichai menyatakan bahwa penggunaan Google Search meningkat lebih dari sebelumnya.
Q
Apa rencana Google terkait fitur checkout dalam aplikasi Gemini dan AI Mode?
A
Google berencana untuk membangun fitur checkout dalam aplikasi Gemini dan AI Mode.