AI summary
OpenClaw mengintegrasikan model AI open-source Cina untuk meningkatkan layanan mereka. Model Kimi K2.5 dari Moonshot AI dikenal karena biaya yang sangat kompetitif. Adopsi model AI open-source Cina semakin meningkat karena keseimbangan antara biaya dan kinerja. OpenClaw, sebuah agen AI global yang sukses sejak diluncurkan pada akhir 2025, kini mulai menggunakan model AI open-source dari China untuk meningkatkan pelayanan mereka. Hal ini karena model-model tersebut menawarkan kombinasi biaya dan performa yang sangat baik, sehingga menarik lebih banyak pengguna yang ingin menghemat biaya operasional AI mereka.Moonshot AI, sebuah startup asal Beijing, merilis model terbaru bernama Kimi K2.5 dan Kimi Coding yang kini sudah tersedia secara gratis di layanan OpenClaw. Selain itu, OpenClaw juga mendukung MiniMax, model AI lain yang dikembangkan di China, untuk semakin memperkaya pilihan model bagi pengguna mereka.Menurut analis AI Luo Liang, banyak pengguna melaporkan bahwa penggunaan AI agent otonom yang memakai model lain cenderung menimbulkan konsumsi token yang besar sehingga biaya yang harus dibayar menjadi tidak terduga. Token merupakan satuan data yang diproses oleh AI, dan harganya berkontribusi langsung pada biaya keseluruhan penggunaan AI.Model-model AI open-source China seperti V3 dan R1 dari DeepSeek sebelumnya telah dikenal sebagai sistem berperforma tinggi dengan harga yang jauh lebih murah dibanding model AI asal Amerika Serikat. Kimi K2.5 menjadi model terbaru yang dianggap sebagai model AI open-source terkuat dengan harga $0,58 per juta token input dan $3 untuk output, sangat terjangkau untuk standar global.Dengan keunggulan biaya dan performa tersebut, model AI open-source asal China ini diperkirakan akan semakin diminati di seluruh dunia. Strategi OpenClaw mengadopsi model ini untuk penggunaannya adalah langkah yang tepat untuk menjawab kebutuhan pasar yang menginginkan teknologi AI berkualitas dengan harga terjangkau.
Adopsi model-model AI China yang hemat biaya menandai perubahan penting dalam ekosistem AI global, di mana efisiensi biaya menjadi faktor utama selain performa. Tren ini akan memperkuat posisi China sebagai pemain utama dalam pengembangan AI open-source dan memberi tekanan pada model AI asal Barat untuk lebih inovatif dan efisien.