AI summary
Peran ponsel sebagai perangkat utama dalam kehidupan sehari-hari mungkin akan tergantikan oleh teknologi baru. Perusahaan di China semakin aktif dalam mengembangkan perangkat AI yang inovatif. Persaingan antara AS dan China dalam teknologi perangkat AI semakin ketat, dengan masing-masing memiliki keunggulannya. Dalam dunia teknologi, ponsel yang selama ini menjadi alat utama bagi masyarakat mulai diprediksi akan digantikan oleh perangkat baru. CEO Meta, Mark Zuckerberg, memperkirakan ponsel akan tergantikan oleh smart glasses atau kacamata pintar yang makin multifungsi di tahun 2030. Sementara itu, Elon Musk dari SpaceX mengusulkan pengganti ponsel dengan chip yang langsung ditanam ke otak, yakni teknologi Neuralink.China muncul sebagai salah satu pemain utama dalam inovasi perangkat keras AI dengan dukungan keahlian manufaktur yang sangat kuat. Pada akhir 2025, pasar perangkat AI di China berkembang pesat dan terdapat lebih dari 70 perusahaan yang berlomba menciptakan produk serupa smart glasses Meta. Perusahaan seperti Inmo, Rokid, Xiaomi, dan Alibaba sudah aktif memasarkan perangkat AI mereka baik di dalam maupun luar China.Salah satu produk menarik dari Alibaba adalah perangkat AI kecil berbentuk kartu kredit yang membantu produktivitas kerja melalui fitur transkrip dan analisis suara dari jarak hingga 8 meter. Selain itu, startup seperti Le Le Gaoshang Education Technology mengeluarkan perangkat penerjemah berbasis AI untuk membantu orang tua mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak mereka dengan suara mirip penutur asli.Para ahli menilai bahwa banyaknya perangkat AI yang kini fokus pada kebutuhan spesifik masyarakat China merupakan langkah awal yang baik dalam memperkenalkan AI ke kehidupan sehari-hari. Hal ini juga menjadi peluang bagi perusahaan untuk mengumpulkan data demi mengembangkan teknologi dan perangkat AI yang lebih canggih dan multifungsi di masa depan.Meski China terus maju dalam aspek hardware AI, masih ada tantangan besar untuk menembus pasar global seperti Apple yang menggabungkan ekosistem lengkap produk dan layanan. Jika China berhasil meniru strategi global tersebut, mereka berpeluang memenangkan persaingan teknologi AI dunia yang diperkirakan akan semakin ketat di masa depan.
Perkembangan teknologi AI dan hardware di China memberikan sinyal kuat bahwa dominasi AS dalam teknologi konsumen bisa terusik dalam dekade berikutnya. Namun, tanpa pendekatan global dan ekosistem lengkap seperti Apple, inovasi China berpotensi terbatas hanya di pasar domestik saja.