AI summary
Penerapan AI membawa potensi besar untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di berbagai sektor. Pentingnya mengadaptasi struktur organisasi agar sesuai dengan kemampuan baru yang ditawarkan oleh AI. AI harus diintegrasikan dengan cara yang mempertimbangkan aspek sosial dan komunitas untuk mencapai hasil yang optimal. Dalam diskusi di acara Imagination in Action di Davos, para pakar AI membahas bagaimana istilah-istilah seperti mendefinisikan ulang dan merevolusi kerja dan bisnis dengan agentic AI sering kali terdengar abstrak tanpa contoh konkret. Tiap perusahaan dan sektor punya cara berbeda dalam menerapkan AI, yang membuat mereka harus ciptakan solusi sendiri tanpa panduan umum yang mudah diterapkan.May Habib dari Writer.com menjelaskan pentingnya mengukur pengembalian investasi (ROI) secara otomatis dalam penerapan AI di bisnis. Ia juga menyoroti pentingnya merancang ulang sistem manajemen konten menjadi sistem manajemen konteks agar AI dapat berfungsi sinergis dengan alur kerja yang berbeda-beda.Philipp Hertzig dari SAP menjelaskan inovasi tabular foundation model yang dapat mengolah data tidak terstruktur dengan akurasi tinggi, mendukung layanan otomatisasi mulai dari dukungan pelanggan hingga konsultasi. Ia juga menekankan bagaimana AI membantu developer dalam produktivitas yang lebih tinggi dengan memungkinkan mereka mengelola proyek secara paralel.Nela Richardson dari ADP mengangkat temuan dari data pekerjaan yang menunjukkan bahwa AI memengaruhi tenaga kerja muda dengan penurunan pekerjaan, sementara tenaga kerja berpengalaman malah mendapatkan tambahan pekerjaan berkat augmentasi AI. Pendekatan ini menyoroti bagaimana AI dapat menghasilkan dampak yang berbeda bagi kelompok pekerja yang berbeda.Sandy Pentland dari MIT menambah sudut pandang dengan menekankan pentingnya membangun rasa komunitas dalam pengembangan AI agar teknologi ini lebih aman dan dapat diandalkan. Panel diakhiri dengan penegasan bahwa AI sudah membawa perubahan besar dalam bisnis, namun hambatan budaya dan struktur organisasi menjadi tantangan utama yang harus diatasi agar potensi penuh AI bisa tercapai.
AI agentik bukan hanya alat otomatisasi, tapi juga katalis untuk mendesain ulang bagaimana perusahaan beroperasi dengan cara yang sangat kontekstual dan manusiawi. Untuk benar-benar mendapatkan manfaatnya, organisasi perlu mengubah sistem manajemen dan budaya mereka, bukan hanya menambahkan teknologi di atasnya.