
Courtesy of Forbes
Data Privacy Week: Mengungkap Bahaya Pengumpulan Data Legal dan Wawasan Modern
Mendorong kesadaran tentang bagaimana definisi dan praktik privasi data telah bergeser dari melindungi dari pelanggaran menjadi pengawasan legal dan skala besar serta mengajak masyarakat untuk mempertanyakan pengumpulan data, penggunaan, dan kontrolnya secara kritis.
27 Jan 2026, 02.46 WIB
127 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Privasi data semakin terancam oleh pengumpulan data yang sah oleh perusahaan.
- Persetujuan pengguna sering kali bersifat formalitas dan tidak memberikan kontrol nyata atas data mereka.
- Perubahan dalam kebijakan privasi harus diwaspadai untuk memahami implikasi jangka panjang terhadap privasi individu.
Minneapolis, Amerika Serikat - Data Privacy Week adalah momen penting yang jatuh setiap akhir Januari untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya melindungi data pribadi. Namun, kampanye ini sering kali dianggap sebagai pengingat rutin yang mudah dilupakan, padahal definisi privasi kini berubah drastis karena pengumpulan data legal dan luas oleh perusahaan dan pemerintah.
Dulu, fokus utama privasi adalah mencegah pelanggaran keamanan dan pencurian data oleh peretas. Sekarang, risiko terbesar berasal dari pengumpulan data yang terotorisasi dengan kontrak dan izin, seperti yang dilakukan oleh perusahaan besar seperti TikTok dan Palantir yang mengolah data secara masif tanpa pemberitahuan risiko kepada pengguna.
Kasus TikTok di Amerika Serikat menggambarkan bagaimana isu privasi dipolitisasi, bukan untuk menghentikan pengumpulan data tetapi mengatur siapa yang berhak mengontrol data tersebut. Perusahaan lokal mendapatkan hak istimewa sama saja dengan tidak mengurangi risiko dari sisi pengguna akhir.
Selain korporasi teknologi, pemerintah Amerika Serikat juga memperluas pengumpulan data pribadi melalui kebijakan baru yang mengharuskan pelancong memberikan data biometrik dan digital lebih banyak tanpa pilihan untuk menolak. Hal ini meningkatkan risiko penyalahgunaan dan kehilangan kontrol atas data pribadi secara permanen.
Data Privacy Week tahun ini perlu dijadikan momen refleksi serius bukan hanya soal keamanan teknis, melainkan juga soal bagaimana data dikumpulkan, disimpan, dan digunakan oleh entitas yang berkuasa. Kesadaran dan tanggung jawab harus didorong agar hak privasi sebagai kontrol individu dapat dipertahankan di tengah perkembangan teknologi.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/tonybradley/2026/01/26/data-privacy-in-a-world-built-to-collect-everything/
[1] https://www.forbes.com/sites/tonybradley/2026/01/26/data-privacy-in-a-world-built-to-collect-everything/
Analisis Ahli
Kara Swisher
"Kepemimpinan perusahaan teknologi perlu menunjukkan tanggung jawab nyata terhadap privasi dan hak sipil, bukan sekadar retorika, karena mereka memiliki kekuatan yang besar dalam infrastruktur data global."
Analisis Kami
"Masalah privasi data saat ini sudah jauh melampaui sekadar pelanggaran keamanan — ini adalah pergeseran paradigmatik di mana pengumpulan data legal menjadi alat pengawasan modern tanpa batas. Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan bukan hanya soal teknis keamanan, tetapi juga soal politik dan etika tentang siapa yang berhak mengakses dan bagaimana data digunakan."
Prediksi Kami
Privasi data akan semakin terancam oleh pengumpulan data yang legal dan terstruktur oleh korporasi maupun pemerintah, sehingga kontrol individu atas data pribadi semakin menipis dan memperbesar risiko penyalahgunaan data di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan Data Privacy Week?A
Data Privacy Week adalah kampanye kesadaran yang bertujuan untuk membantu orang dan organisasi memahami dan mengendalikan data mereka.Q
Mengapa perubahan kebijakan privasi TikTok menjadi perhatian?A
Perubahan kebijakan privasi TikTok menjadi perhatian karena memperjelas cakupan data yang dikumpulkan dan bagaimana data tersebut dapat digunakan.Q
Apa perbedaan antara pengumpulan data yang sah dan serangan siber?A
Pengumpulan data yang sah dilakukan dengan izin dan kontrak, sedangkan serangan siber adalah pelanggaran keamanan yang tidak sah.Q
Mengapa Apple dikritik dalam konteks privasi data?A
Apple dikritik karena dianggap berpihak pada kepentingan bisnis dan tidak mengutamakan privasi pengguna dalam beberapa keputusan terkini.Q
Bagaimana kebijakan pemerintah AS terkait pengumpulan data perjalanan dapat mempengaruhi privasi?A
Kebijakan pemerintah AS yang memperluas pengumpulan data perjalanan dapat menimbulkan kekhawatiran tentang pengawasan dan privasi individu.




