
Courtesy of Forbes
Bagaimana Interferon di Hidung Memengaruhi Tingkat Keparahan Flu Biasa
Menjelaskan bagaimana respon interferon dalam sel hidung mempengaruhi tingkat keparahan infeksi flu biasa serta pentingnya penemuan ini untuk pengembangan perlindungan dan pengobatan di masa depan.
24 Jan 2026, 21.16 WIB
104 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Respon interferon yang cepat dan efektif dapat mengurangi keparahan gejala pilek.
- Gejala pilek tidak hanya disebabkan oleh virus, tetapi juga oleh respons sistem imun terhadap infeksi.
- Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami cara meningkatkan respons interferon sebagai strategi pencegahan terhadap infeksi virus.
New Haven, Amerika Serikat - Flu biasa adalah penyakit yang sering membuat kita berbeda merasakan gejalanya, ada yang hanya mengalami pilek ringan dan ada yang sampai parah. Para peneliti dari Yale mencoba mencari tahu mengapa hal itu bisa terjadi dengan cara yang unik, yaitu menumbuhkan potongan hidung manusia di laboratorium. Dengan cara ini, mereka bisa melihat langsung bagaimana sel hidung manusia bereaksi terhadap virus flu biasa, khususnya rhinovirus.
Rhinovirus merupakan virus paling umum penyebab flu biasa, dan mereka biasanya menyerang bagian hidung terlebih dahulu. Tim peneliti menumbuhkan organoid hidung yang mirip dengan lapisan dalam hidung kita, lengkap dengan silia dan produksi lendir. Organisasi kecil ini kemudian diinfeksi dengan virus rhino, dan para ilmuwan mempelajari apa yang terjadi, termasuk bagaimana virus menyebar, sel mana yang mati, dan bagaimana sel-sel memberikan respon pertahanan.
Penemuan penting dari penelitian ini adalah bahwa sel hidung menghasilkan interferon, protein yang membantu melawan infeksi virus dengan mencegah virus menginfeksi sel lebih lanjut. Interferon membantu memicu berbagai reaksi lain dalam sistem imun untuk melawan virus. Ketika produksi interferon diblokir, virus bisa menyebar lebih luas dan menyebabkan lebih banyak kerusakan serta peradangan.
Temuan ini menunjukkan bahwa kekuatan dan kecepatan respons interferon seseorang bisa menentukan seberapa parah gejala flu yang dialami. Ini juga menjelaskan mengapa orang dengan sistem imun yang berbeda bisa merasakan flu biasa dengan tingkat keparahan yang berbeda. Saat ini, interferon sudah digunakan untuk mengobati beberapa penyakit lain, tapi penggunaannya untuk flu biasa masih terus diteliti.
Sementara para ilmuwan mengembangkan pengobatan yang mungkin menggunakan interferon untuk melawan flu biasa di masa depan, kita masih harus mengikuti cara-cara pencegahan sederhana seperti mencuci tangan dengan baik dan tidak sering menyentuh hidung. Ini penting karena rhinovirus mudah menyebar melalui tangan yang kotor dan permukaan yang terkontaminasi.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/brucelee/2026/01/24/why-common-cold-symptoms-can-vary-a-lot-among-different-people/
[1] https://www.forbes.com/sites/brucelee/2026/01/24/why-common-cold-symptoms-can-vary-a-lot-among-different-people/
Analisis Ahli
Ellen F. Foxman
"Respons interferon yang cepat dan kuat di sel hidung adalah faktor kritis dalam membatasi infeksi rhinovirus dan menentukan tingkat gejala flu."
Christopher F. Basler (pakar virus dan imunologi)
"Pemahaman detail tentang interaksi virus dan sistem interferon akan membuka peluang untuk terapi yang menargetkan titik awal infeksi saluran pernapasan."
Anthony Fauci
"Interferon merupakan salah satu elemen utama dalam sistem imun bawaan yang perlu dimanfaatkan secara strategis untuk pengembangan pengobatan virus."
Analisis Kami
"Penelitian ini membuka jalan baru supaya kita bisa memahami kenapa reaksi tubuh terhadap virus flu berbeda-beda pada tiap orang. Fokus pada interferon sebagai kunci pertahanan alami sangat menjanjikan, namun aplikasi praktisnya masih butuh waktu dan pengujian lebih mendalam sebelum bisa jadi pengobatan rutin."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun mendatang, penelitian lebih lanjut mungkin menghasilkan terapi berbasis interferon yang efektif untuk mencegah dan mengobati flu biasa, serta meningkatkan respon imun individu terhadap infeksi virus pernapasan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dilakukan tim peneliti di Yale terkait dengan virus pilek?A
Tim peneliti di Yale menumbuhkan sel-sel hidung manusia menjadi organoid dan menginfeksi mereka dengan virus rhinovirus untuk mempelajari respons infeksi.Q
Apa peran interferon dalam respon imun tubuh?A
Interferon berfungsi sebagai pertahanan garis depan dalam sistem imun, membantu melawan infeksi virus dan memicu produksi senyawa imun lainnya.Q
Mengapa beberapa orang mengalami gejala pilek yang lebih parah?A
Beberapa orang mengalami gejala pilek yang lebih parah karena perbedaan dalam respons interferon tubuh mereka terhadap infeksi.Q
Apa yang ditemukan tim peneliti mengenai organoid hidung?A
Tim peneliti menemukan bahwa organoid hidung dapat memproduksi interferon yang menghambat infeksi rhinovirus.Q
Bagaimana cara meningkatkan respon interferon dalam tubuh?A
Meningkatkan nutrisi, aktivitas fisik, dan mungkin penggunaan beberapa herbal dapat membantu meningkatkan respon interferon dalam tubuh.




