Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Startup Inferact Jadi Kunci Mempercepat AI Dengan Pendanaan Rp2,1 Triliun

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
23 Jan 2026
1072 dibaca
2 menit
Startup Inferact Jadi Kunci Mempercepat AI Dengan Pendanaan Rp2,1 Triliun

TLDR

Inferact berhasil mengumpulkan $150 juta dalam pendanaan awal dengan valuasi $800 juta.
Teknologi inferensi dalam AI semakin menarik perhatian investor dengan fokus pada kecepatan dan efisiensi.
Proyek vLLM dan SGLang menunjukkan potensi besar dalam komersialisasi teknologi AI.
Startup Inferact baru-baru ini menerima dana awal sebesar 150 juta dolar AS dengan valuasi perusahaan mencapai 800 juta dolar AS. Inferact merupakan pengembangan dari proyek open-source vLLM yang bertujuan mempercepat proses inference AI untuk aplikasi nyata. Investasi ini menunjukkan kepercayaan besar dari investor kepada potensi teknologi ini di masa depan.Pendanaan ini dipimpin oleh dua perusahaan modal ventura terkenal, yaitu Andreessen Horowitz dan Lightspeed Venture Partners. Pendanaan ini memperkuat posisi Inferact sebagai pemain utama di bidang inference AI, di mana persaingan dan kebutuhan akan efisiensi semakin tinggi. vLLM juga sebelumnya telah mendapat perhatian dari a16z, sebuah tanda bahwa banyak investor melihat masa depan cerah pada teknologi ini.Selain Inferact, ada teknologi serupa bernama SGLang yang juga dikomersialkan melalui startup RadixArk dengan valuasi 400 juta dolar AS. Kedua proyek ini bermula dari laboratorium di UC Berkeley yang dipimpin oleh Ion Stoica, menunjukkan bagaimana riset akademik bisa bertransformasi menjadi bisnis startup yang sukses di dunia teknologi AI.Fokus utama dari perkembangan ini adalah mempercepat dan menekan biaya proses AI inference, yaitu proses penerapan model AI yang sudah dilatih agar dapat langsung digunakan dalam aplikasi sehari-hari. Teknologi seperti ini sangat penting karena membantu berbagai perusahaan termasuk Amazon untuk mengintegrasikan AI secara efektif dan efisien.CEO Inferact Simon Mo menyampaikan bahwa vLLM sudah digunakan oleh pengguna besar termasuk layanan cloud Amazon dan aplikasi belanja. Hal ini menandai bahwa teknologi ini tidak hanya menjadi teori, tetapi sudah diadopsi secara nyata dan menunjukkan nilai tambah dalam dunia teknologi modern.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.