Budaya Startup Masa Kini: Dari Pesta ke Kerja Intens Tanpa Henti
Courtesy of Forbes

Budaya Startup Masa Kini: Dari Pesta ke Kerja Intens Tanpa Henti

Memberikan gambaran tentang perubahan budaya kerja di kalangan startup modern yang kini mengutamakan efisiensi, intensitas, dan obsesi pada pekerjaan dibandingkan keseimbangan hidup yang dulu populer, serta menyoroti bagaimana pola pikir serta prioritas para pendiri startup telah bergeser secara drastis.

23 Jan 2026, 00.00 WIB
8 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Budaya startup telah berubah dari pesta dan hiburan menjadi fokus pada produktivitas dan pengorbanan.
  • Jam kerja 996 kini dianggap sebagai norma dan bukan lagi hal yang luar biasa dalam dunia startup.
  • Pendiri muda saat ini lebih memilih untuk mengoptimalkan hidup mereka dengan disiplin dan efisiensi daripada mengikuti budaya kerja yang berlebihan.
San Francisco, Amerika Serikat - Budaya startup kini telah berubah jauh dari masa lalu yang penuh pesta dan kehidupan sosial yang glamor. Startup modern seperti Corgi kini menggambarkan lingkungan kerja yang sangat fokus pada kinerja dan hasil, dengan jadwal yang sering kali melewati batas waktu standar kerja. Para pendiri dan tim lebih memilih memaksimalkan waktu kerja daripada menghabiskan waktu untuk aktivitas sosial yang dulu populer.
Pendiri startup muda dan sukses seperti One Chowdhury dan Cyril Gorlla mencontohkan pola hidup kerja yang sangat intens, seperti jadwal 996 dan bahkan 997. Gaya hidup ini bukan karena paksaan, melainkan pilihan sadar demi mengejar tujuan besar dan kemajuan perusahaan yang nyata. Mereka menganggap kerja keras dan obsesinya terhadap proses membangun startup sebagai bentuk ambisi tinggi dan flow state yang alami.
Para pendiri ini juga menghindari kebiasaan lama seperti pesta, alkohol, dan budaya berlebihan yang dulu identik dengan startup. Beberapa dari mereka menjalani rutinitas sehat yang berfokus pada performa jangka panjang, seperti olahraga, meditasi, dan menjaga kebugaran serta kualitas tidur. Mereka menganggap tubuh sebagai instrumen penting yang harus dijaga agar mampu menjalankan tugas berat di dunia startup.
Meski sekarang banyak pendiri yang memilih kerja tanpa henti, beberapa tetap berusaha menjaga aspek sosial dan kebahagiaan meski tanpa harus melalui pesta dan hiburan berlebihan. Mereka tetap butuh waktu untuk teman dan kegembiraan sederhana. Dekatnya mereka dengan komunitas dan pengakuan bahwa isolasi bukan solusi, menunjukkan keseimbangan yang lebih realistis meski dalam lingkungan kerja yang intens.
Perubahan besar dalam budaya startup ini menunjukkan pergeseran paradigma dimana kecepatan dan eksekusi lebih diutamakan daripada keseimbangan hidup dan budaya sosial. Masa depan startup mungkin akan semakin keras dengan pola kerja yang lebih ekstrem, menimbang pentingnya menjaga kesadaran mengenai risiko burnout dan pentingnya kesehatan mental bagi keberlangsungan perusahaan dan pendirinya.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/dariashunina/2026/01/22/work-hard-play-hard-is-over-inside-silicon-valleys-996-culture/

Analisis Ahli

Kulveer Taggar
"Pendiri startup modern menunjukkan tingkat intensitas dan agen tinggi yang tidak lagi terkait usia atau privilese, tapi lebih kepada kemauan personal yang kuat untuk produktivitas."
Emily Yuan
"Lebih penting menyelesaikan masalah besar daripada memandang latar belakang atau pengalaman kerja, fokus pada eksekusi menjadi kunci."
One Chowdhury
"Kerja 996 adalah strategi yang disengaja untuk mencapai kecepatan 'escape velocity', bukan sekedar mengejar burnout, melainkan ambisi yang dipilih secara sadar."

Analisis Kami

"Perubahan drastis budaya startup ini mencerminkan tekanan global yang makin tinggi untuk inovasi cepat di sektor teknologi, yang mungkin mengorbankan keseimbangan dan kesehatan personal. Sementara kecepatan dan obsesinya menguntungkan dalam kurun pendek, sangat penting para pendiri sadar akan risiko jangka panjang yang bisa mengganggu keberlanjutan perusahaan dan kualitas hidup mereka."

Prediksi Kami

Budaya kerja ekstrem di startup kemungkinan akan terus berlanjut dan menjadi norma baru, dengan penekanan kuat pada produktivitas dan efek jangka panjang di antara pendiri serta karyawan, meski hal ini juga bisa meningkatkan risiko burnout dan tantangan terkait kesejahteraan mental.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan budaya kerja 996 dalam konteks startup?
A
Budaya kerja 996 mengacu pada jam kerja yang panjang, yaitu dari pukul 9 pagi hingga 9 malam, enam hari seminggu, yang dianggap sebagai standar baru di kalangan pendiri startup.
Q
Siapa pendiri Corgi dan apa yang mereka lakukan?
A
Pendiri Corgi adalah Emily Yuan, yang berfokus pada pembangunan asuransi untuk startup dan mengalami pertumbuhan cepat sejak peluncurannya.
Q
Apa alasan di balik perubahan budaya startup dari 'kerja keras, bermain keras' menjadi hanya 'kerja keras'?
A
Perubahan ini disebabkan oleh fokus yang lebih besar pada produktivitas dan hasil, mengesampingkan aspek hiburan dan sosial yang berlebihan.
Q
Bagaimana para pendiri muda saat ini mengatur kehidupan mereka?
A
Para pendiri muda saat ini mengoptimalkan hidup mereka dengan disiplin, menghindari alkohol, dan mengatur jadwal kerja yang sangat padat.
Q
Apa pandangan Upeka Bee mengenai keseimbangan hidup dan kerja?
A
Upeka Bee percaya bahwa keseimbangan hidup dan kerja tidak ada, tetapi dia tetap melindungi kesehatan dan kesejahteraannya untuk performa terbaik.