
Courtesy of Forbes
Teknologi AI dan Kuantum Memimpin Perang Melawan Mikroba Super dan Tantangan Bisnis
Mengedukasi pembaca tentang kemajuan terbaru dalam penggunaan AI dan teknologi kuantum di bioteknologi dan kesehatan, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapan AI di bisnis.
22 Jan 2026, 22.00 WIB
106 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- AI memiliki potensi besar dalam mempercepat desain obat dan menangani masalah mikroba resisten.
- Keterlibatan bioteknologi kuantum dapat membuka jalan baru untuk aplikasi medis.
- Banyak perusahaan belum merasakan manfaat nyata dari implementasi AI dalam bisnis mereka.
Davos, Swiss - Krisis yang berkembang dari resistensi mikroba terhadap antibiotik menjadi perhatian global yang mendesak karena diprediksi akan menyebabkan lebih banyak kematian daripada kanker di masa depan. Di Dunia Ekonomi Forum di Davos, para ilmuwan menyoroti pentingnya peran teknologi canggih untuk mempercepat pengembangan obat yang efektif melawan mikroba ini.
Basecamp Research, didukung oleh data genetik global dan kerja sama dengan NVIDIA, menciptakan model AI untuk mendesain molekul obat baru. Model ini mampu memberikan solusi yang belum pernah ditemukan mikroba sebelumnya, dan hasil awalnya menunjukkan tingkat efektivitas 97% di laboratorium, membuka jalan baru untuk terapi yang lebih baik melawan penyakit kompleks.
Ilmuwan dari Oxford University berhasil menggabungkan efek kuantum dengan bioteknologi untuk menciptakan protein yang bisa dilacak dalam sel hidup, memberikan potensi baru dalam pengobatan dan pemantauan penyakit seperti kanker. Ini merupakan terobosan besar karena sebelumnya teknologi kuantum belum dimanfaatkan secara luas dalam bioteknologi.
Namun, penerapan AI di sektor bisnis masih menghadapi banyak kendala. Survei PwC dan studi MIT mengungkap bahwa sebagian besar perusahaan belum merasakan manfaat signifikan dari AI, dengan banyak pilot AI yang gagal. Sebagian perusahaan memilih teknologi machine learning yang lebih sederhana dan kurang intensif komputasi sebagai solusi yang lebih efektif.
Di sisi lain, tokoh AI ternama Yann LeCun memulai startup baru yang berfokus pada penerapan AI di bidang kesehatan. Selain itu, berbagai kemajuan dalam teknologi ruang angkasa dan kemajuan studi kesejahteraan manusia juga menjadi perhatian, termasuk pentingnya istirahat dari layar untuk meningkatkan kesehatan mental dan sosial.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/the-prototype/2026/01/22/these-ai-models-might-take-down-superbugs/
[1] https://www.forbes.com/sites/the-prototype/2026/01/22/these-ai-models-might-take-down-superbugs/
Analisis Ahli
Yann LeCun
"Fokus pada penerapan AI di bidang kesehatan dapat mempercepat penemuan obat dan solusi medis yang lebih personal serta inovatif."
Analisis Kami
"AI yang dikombinasikan dengan data genetika dan teknologi kuantum memperlihatkan potensi revolusioner dalam pengembangan obat, terutama melawan resistensi mikroba yang kritis. Namun, kegagalan banyak proyek AI perusahaan menunjukkan bahwa pendekatan hype tidaklah cukup; kita butuh integrasi yang matang antara teknologi dan kebutuhan nyata industri."
Prediksi Kami
Penggunaan AI dalam pengembangan obat dan bioteknologi akan semakin meningkat dan mampu menawarkan solusi baru untuk krisis kesehatan global, sementara penerapan AI di sektor bisnis akan terus beradaptasi dengan pendekatan yang lebih praktis dan terukur.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dibahas dalam edisi minggu ini dari The Prototype?A
Edisi minggu ini dari The Prototype membahas penggunaan AI untuk menemukan obat baru, bioteknologi kuantum, dan ROI dari AI generatif.Q
Apa yang dikatakan Glen Gowers tentang peran AI dalam penelitian obat?A
Glen Gowers percaya bahwa AI dapat mempercepat desain obat dan membantu menemukan obat baru untuk mikroba resisten.Q
Mengapa penelitian tentang resistensi mikroba menjadi perhatian di World Economic Forum?A
Penelitian tentang resistensi mikroba menjadi perhatian karena dapat menyebabkan lebih banyak kematian daripada kanker pada pertengahan abad ini.Q
Apa hasil survei CEO PwC terkait dengan adopsi AI?A
Survei menunjukkan bahwa sebagian besar CEO tidak melihat manfaat nyata dari adopsi AI, dengan lebih dari setengahnya tidak merasakan peningkatan pendapatan atau pengurangan biaya.Q
Apa yang dilakukan Universitas Oxford dalam bidang bioteknologi kuantum?A
Universitas Oxford melakukan penelitian tentang protein yang memanfaatkan efek kuantum untuk berinteraksi dengan medan magnet dan gelombang radio.



