Google AI Mode Kini Lebih Pintar dengan Personalisasi dari Gmail dan Foto
Teknologi
Kecerdasan Buatan
22 Jan 2026
235 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Google memperkenalkan Kecerdasan Pribadi untuk meningkatkan pengalaman pengguna di AI Mode.
Penggunaan data dari Gmail dan Google Photos memungkinkan rekomendasi yang lebih personal dan relevan.
Pengguna memiliki kontrol penuh atas data pribadi mereka dan dapat menonaktifkan fitur ini jika diinginkan.
Google meluncurkan fitur baru bernama Personal Intelligence yang akan membuat AI Mode mereka lebih personal dan relevan untuk pengguna. Fitur ini memungkinkan AI Mode mengakses data dari Gmail dan Google Photos agar bisa memberikan jawaban dan rekomendasi yang benar-benar sesuai dengan kegiatan dan preferensi pengguna.
Awalnya Personal Intelligence sudah diperkenalkan di aplikasi Gemini dan kini mulai diterapkan dalam AI Mode khusus untuk pelanggan Google AI Pro dan AI Ultra di Amerika Serikat. Fitur ini bersifat opsional sehingga pengguna bisa memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya kapan pun mereka mau.
Dengan Personal Intelligence, AI Mode tidak akan memberikan daftar restoran atau destinasi yang biasa-biasa saja. Sebaliknya, AI akan melihat data seperti pemesanan hotel di Gmail dan kenangan perjalanan di Google Photos untuk menyarankan itinerary yang personal dan cocok untuk semua anggota keluarga.
Fitur ini juga sangat membantu untuk belanja, di mana AI Mode bisa merekomendasikan produk yang sesuai dengan gaya pengguna dan juga kondisi cuaca berdasarkan informasi penerbangan yang tercatat di Gmail. Contohnya, AI akan mengusulkan jas yang sesuai untuk cuaca dan selera pengguna di kota tujuan.
Google menegaskan bahwa AI Mode tidak melatih diri langsung dengan data seperti isi inbox Gmail atau seluruh koleksi foto pengguna. AI hanya menggunakan prompt tertentu dan respons yang dihasilkan untuk belajar, menjaga keamanan data tetap terjaga.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Penggunaan data pribadi untuk personalisasi AI memang meningkatkan kualitas layanan, tapi harus dibarengi dengan transparansi dan kontrol pengguna supaya teknologi ini tidak menjadi risiko privasi yang besar.
