Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenAI Dorong Pemerintah Dunia Lebih Maksimalkan AI lewat 'OpenAI for Countries'

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (2mo ago) artificial-intelligence (2mo ago)
22 Jan 2026
173 dibaca
2 menit
OpenAI Dorong Pemerintah Dunia Lebih Maksimalkan AI lewat 'OpenAI for Countries'

Rangkuman 15 Detik

OpenAI ingin memperluas penggunaan teknologi AI di berbagai sektor untuk semua negara.
Inisiatif 'OpenAI for Countries' bertujuan untuk mengurangi ketimpangan akses terhadap teknologi AI.
Kolaborasi dengan pemerintah di berbagai negara menunjukkan potensi besar AI dalam pendidikan dan mitigasi bencana.
Kecerdasan buatan (AI) kini semakin banyak digunakan oleh masyarakat modern dalam berbagai aktivitas sehari-hari termasuk mencari informasi dan rekomendasi melalui chatbot seperti ChatGPT. Selain itu, mesin pencarian seperti Google juga telah mengintegrasikan teknologi AI agar hasil pencarian lebih mudah dirangkum sesuai kebutuhan pengguna. Tidak hanya untuk layanan chatbot, AI juga mulai diterapkan di sektor pendidikan, kesehatan, telekomunikasi, transportasi, dan perbankan. OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, kini memiliki inisiatif baru bernama 'OpenAI for Countries' yang bertujuan memperluas penggunaan AI hingga ke berbagai negara agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata. Program ini mengajak pemerintah di seluruh dunia untuk membangun data center dan mengintegrasikan teknologi AI di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, dan mitigasi bencana. OpenAI telah menunjuk George Osborne, mantan menteri keuangan Inggris, sebagai pengawas proyek ini sejak akhir 2025. Sebelas negara sudah bergabung dalam inisiatif ini dengan berbagai bentuk kerjasama, misalnya Estonia yang menggunakan ChatGPT Edu di sekolah, serta Norwegia dan Uni Emirat Arab yang membangun data center bersama OpenAI. Di Korea Selatan, AI digunakan untuk membangun sistem peringatan bencana air yang real-time. OpenAI pun berada di posisi strategis dalam perkembangan AI modern dengan valuasi mencapai Rp 8.35 quadriliun (US$500 miliar) dan berencana melakukan IPO yang diperkirakan mampu menembus valuasi Rp 16.70 quadriliun (US$1 triliun) . Inisiatif ini dipandang berpotensi mempersempit kesenjangan teknologi dan meningkatkan pemanfaatan AI bagi negara-negara dengan kapasitas teknologi yang masih terbatas.

Analisis Ahli

Geoffrey Hinton
Inisiatif OpenAI for Countries bisa menjadi game changer dalam akses AI global, tetapi perlu diimbangi dengan pelatihan dan regulasi yang tepat agar teknologi tidak salah arah.
Fei-Fei Li
Menyediakan kapabilitas AI di berbagai negara adalah langkah penting untuk pemerataan teknologi, terutama jika dapat dipadukan dengan edukasi yang berkelanjutan.