Seniman Bersatu Lawan Pencurian Karya oleh Perusahaan AI yang Tidak Adil
Courtesy of TheVerge

Seniman Bersatu Lawan Pencurian Karya oleh Perusahaan AI yang Tidak Adil

Mengajak publik dan pembuat kebijakan untuk menghentikan penggunaan karya kreatif tanpa izin oleh perusahaan AI dan mendukung kesepakatan lisensi agar hak seniman terlindungi serta menjaga kualitas dan keberlanjutan teknologi AI.

22 Jan 2026, 12.01 WIB
167 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kampanye ini menyoroti pentingnya perlindungan hak cipta di era teknologi AI.
  • Kolaborasi antara perusahaan teknologi dan seniman dapat menjadi solusi untuk konflik hak cipta.
  • Kualitas konten yang dihasilkan oleh AI harus dijaga agar tidak terdegradasi menjadi 'AI slop'.
Amerika Serikat, Amerika Serikat - Sekitar 800 seniman dari berbagai bidang seperti penulis, aktor, dan musisi meluncurkan kampanye bernama "Stealing Isn’t Innovation" untuk menentang pencurian karya oleh perusahaan teknologi AI. Mereka menyoroti bahwa banyak karya kreatif digunakan tanpa izin atau pembayaran, yang sangat merugikan para pembuatnya.
Kampanye ini didukung oleh Human Artistry Campaign, yang merupakan gabungan organisasi seperti Recording Industry Association of America dan serikat pekerja profesional SAG-AFTRA. Tujuan mereka adalah menuntut adanya kesepakatan lisensi dan perlindungan hak bagi seniman agar karya mereka tidak digunakan secara ilegal.
Menurut pernyataan resmi kampanye, tindakan perusahaan AI ini bisa menghasilkan informasi yang salah, deepfake, dan konten berkualitas rendah yang berbahaya bagi ekosistem informasi serta menimbulkan risiko bagi keunggulan AI Amerika Serikat di dunia.
Seiring dengan munculnya beberapa regulasi dan upaya kolaborasi, beberapa perusahaan rekaman dan penerbit digital sudah mulai menandatangani kesepakatan lisensi dengan startup AI agar karya mereka bisa digunakan secara legal dan mengurangi konflik hukum di masa depan.
Ambisi besar untuk mengatasi masalah ini terus diperjuangkan oleh berbagai pihak yang berharap bisa menciptakan lingkungan yang sehat untuk inovasi teknologi sekaligus melindungi hak para kreator sehingga mereka tetap mendapatkan penghargaan yang pantas.
Referensi:
[1] https://theverge.com/ai-artificial-intelligence/864951/human-artistry-campaign-ai-licensing-artists

Analisis Ahli

Lawrence Lessig
"Penggunaan karya tanpa izin oleh AI menandakan kebutuhan mendesak untuk reformasi hukum hak cipta agar teknologi dan seni bisa berkembang berdampingan secara adil."
Kate Crawford
"AI harus diawasi ketat dalam penggunaan data pelatihan agar tidak menyuburkan ketidakadilan dan kejahatan intelektual terhadap pencipta asli."

Analisis Kami

"Kampanye ini merupakan langkah penting untuk memperlambat eksploitasi karya kreatif yang tidak adil oleh teknologi AI, sekaligus mendorong etika dan transparansi dalam pemanfaatannya. Namun, proses negosiasi lisensi harus dilakukan secara inklusif agar keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak seniman benar-benar tercapai."

Prediksi Kami

Di masa depan, regulasi yang lebih ketat mengenai AI dan perlindungan hak cipta kemungkinan akan muncul, dengan semakin banyak kesepakatan lisensi antara perusahaan teknologi dan pemilik hak cipta untuk menghindari konflik hukum.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa inti dari kampanye 'Stealing Isn’t Innovation'?
A
Kampanye 'Stealing Isn’t Innovation' berfokus pada penolakan terhadap pengambilan karya kreatif tanpa izin oleh perusahaan AI.
Q
Siapa saja tokoh terkenal yang terlibat dalam kampanye ini?
A
Tokoh terkenal yang terlibat antara lain George Saunders, Jodi Picoult, Cate Blanchett, dan Scarlett Johansson.
Q
Apa yang menjadi tuntutan dari kampanye ini terhadap perusahaan AI?
A
Kampanye ini menuntut adanya perjanjian lisensi dan lingkungan penegakan hukum yang sehat bagi seniman.
Q
Bagaimana hubungan antara perusahaan teknologi dan pemilik hak cipta saat ini?
A
Perusahaan teknologi dan pemilik hak cipta semakin menemukan cara untuk bekerja sama melalui perjanjian lisensi.
Q
Apa yang diharapkan dari kampanye ini untuk masa depan industri kreatif?
A
Kampanye ini diharapkan dapat melindungi hak cipta dan meningkatkan kualitas konten yang dihasilkan oleh AI.