AI summary
Samsung berusaha untuk menjaga harga Galaxy S26 Ultra tetap kompetitif meskipun ada tekanan dari biaya produksi. Hanya tiga model dari seri Galaxy S26 yang akan diluncurkan, mengesampingkan rencana untuk model Edge. Kenaikan harga produk mungkin tidak dapat dihindari karena biaya memori yang meningkat. Samsung sedang mempersiapkan peluncuran Galaxy S26 series yang akan dilakukan pada Februari 2026, dengan tiga model utama: Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra. Informasi ini terungkap lewat dokumen promosi Samsung Colombia, yang juga menunjukkan rencana penjualan dengan cicilan tanpa bunga.Sayangnya, Samsung menghadapi kesulitan dalam menentukan harga jual yang optimal karena lonjakan harga komponen memori global. Untuk itu, mereka berupaya keras agar harga Galaxy S26 Ultra tidak melebihi 2 juta won atau setara sekitar 1.357 dolar AS, walaupun harus menanggung beban kurs valuta asing.Samsung diperkirakan akan mengurangi beberapa promosi seperti paket penyimpanan ganda yang selama ini populer, serta menyesuaikan budget pemasaran dan subsidi demi mengendalikan biaya produksi dan harga akhir. Ini berdampak pada pengurangan diskon dan nilai tukar tambah yang biasanya menguntungkan konsumen.Waktu peluncuran resmi diperkirakan pada 25 Februari 2026 dengan penjualan dimulai pada tanggal 11 Maret 2026, yang sedikit berbeda dari kebiasaan Samsung karena tanggal tersebut jatuh pada hari Rabu. Penundaan ini juga terkait dengan pembatalan model Galaxy S26 Edge yang rencananya akan menggantikan varian Plus.Para petinggi Samsung menyatakan bahwa tekanan dari kekurangan chip dan kenaikan harga memori membuat peningkatan harga produk tidak bisa dihindari. Meskipun mereka berusaha menunda dan meminimalkan dampak pada konsumen, kenaikan harga akan menjadi sesuatu yang perlu diterima oleh pasar.
Samsung menunjukkan langkah strategis yang cukup hati-hati demi mempertahankan daya tarik pasar tanpa harus menaikkan harga secara mencolok yang bisa menurunkan penjualan. Namun, keputusan mengurangi subsidi dan promosi bisa membuat konsumen merasa kurang dimanjakan dibanding generasi sebelumnya, yang mungkin berdampak pada loyalitas merek dalam jangka pendek.