TLDR
Oshen berhasil mengembangkan teknologi robot mikro yang dapat mengumpulkan data laut secara mandiri. Kolaborasi dengan NOAA menunjukkan potensi aplikasi praktis dari teknologi Oshen dalam pemantauan cuaca. Pengalaman langsung di laut membantu Oshen mengatasi tantangan teknis dalam pengembangan robot. Anahita Laverack awalnya ingin menjadi insinyur dirgantara, namun mengalami kegagalan dalam kompetisi Microtransat Challenge membuatnya menyadari lemahnya data kondisi laut. Hal ini memotivasi dia untuk mencari solusi pengumpulan data laut yang lebih baik dan akhirnya mendirikan perusahaan Oshen bersama rekannya Ciaran Dowds pada tahun 2022.Oshen mengembangkan robot mikro otonom bernama C-Stars yang mampu bertahan hingga 100 hari di laut dan digunakan untuk mengumpulkan data penting secara berkelanjutan. Mereka menggunakan kapal layar kecil sebagai platform uji dan terus mengembangkan teknologi robotnya melalui iterasi di berbagai musim, termasuk tantangan cuaca buruk.Perusahaan ini menghadapi tantangan teknis besar karena robot harus murah, tahan lama, dan canggih secara teknologi untuk mengoperasikan dan mengumpulkan data secara mandiri. Meskipun banyak perusahaan lain berhasil memenuhi dua dari tiga aspek tersebut, hanya Oshen yang berhasil menggabungkannya sekaligus.Keberhasilan robot C-Stars mendapatkan perhatian dari lembaga pemerintah besar seperti NOAA yang akhirnya menguji coba robot mereka dalam kondisi badai ganas di Karibia. Robot-robot tersebut berhasil bertahan dan mengumpulkan data selama badai kelas 5, suatu pencapaian pertama di bidang robotika laut.Saat ini Oshen beroperasi di Plymouth, Inggris dan terus menambah kontrak kerja dari pemerintah Inggris dan pelanggan lain. Untuk memenuhi permintaan yang semakin tinggi, perusahaan berencana untuk menggalang dana ventura dalam waktu dekat demi mempercepat pengembangan dan produksi robot mereka.