Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Daniela Amodei: Apakah AI Sudah Mencapai Tingkat Kecerdasan Umum?

Teknologi
Kecerdasan Buatan
Forbes Forbes
17 Jan 2026
23 dibaca
2 menit
Daniela Amodei: Apakah AI Sudah Mencapai Tingkat Kecerdasan Umum?

Rangkuman 15 Detik

AGI dapat memiliki berbagai definisi dan sering kali mengalami perubahan seiring kemajuan teknologi.
Daniela Amodei menekankan pentingnya keselamatan dan etika dalam pengembangan AI.
Ketidakpastian di sekitar kemampuan AI saat ini mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih hati-hati dalam mengantisipasi masa depan teknologi.
Kecerdasan buatan (AI) terus berkembang dengan sangat cepat, dan sekarang muncul perdebatan tentang apakah teknologi ini sudah mencapai kecerdasan buatan umum atau AGI, yaitu kemampuan AI yang setara atau lebih dari manusia. Daniela Amodei, salah satu pendiri Anthropic dan ahli dalam bidang ini, mengaku bahwa menurut beberapa definisi yang ada, kita mungkin sudah melewati tahap AGI tertentu. Pernyataan ini mengejutkan banyak orang karena selama ini AGI masih dianggap sebagai masa depan. Namun, definisi AGI sendiri ternyata sering berubah-ubah. Setiap kali AI sukses mengerjakan sesuatu yang dianggap hanya bisa dilakukan oleh manusia, standar kecerdasan itu yang ditingkatkan. Contohnya dalam permainan catur dan Go, menulis esai, sampai coding. Beberapa pakar mengatakan definisi tersebut kini menjadi apa pun yang belum bisa dilakukan AI, sehingga wilayah AGI selalu bergeser. Daniela dan saudaranya Dario, yang juga pendiri Anthropic, menekankan pentingnya mengembangkan AI yang tidak hanya kuat, tetapi juga membantu manusia, jujur, dan aman. Mereka berusaha menerapkan nilai-nilai kemanusiaan ini dalam pengembangan produk dan operasional perusahaan mereka. Ini tentu sangat krusial mengingat AI sudah mulai merambah ke berbagai aspek kehidupan serta pekerjaan. Meskipun berhasil menciptakan sistem besar dan kuat, kedua Amodei mengaku tidak yakin apakah pendekatan skala yang mereka gunakan akan terus memberikan kemajuan signifikan di masa depan. Ketidakpastian ini penting untuk diakui daripada berprasangka terlalu optimis soal prediksi kemajuan AI dan AGI. Pendekatan mereka adalah mengutamakan efisiensi dan keselamatan dibandingkan sekadar menambah skala sistem. Di sisi lain, analis dari Sequoia mendefinisikan AGI dengan cara sederhana: sebuah AI yang memiliki pengetahuan dasar, mampu bernalar, dan dapat melakukan iterasi untuk mendapatkan solusi. Dengan kriteria ini, beberapa teknologi AI saat ini sudah mendekati standar AGI tertentu. Semua ini menunjukkan bahwa diskusi tentang AGI harus dilakukan secara serius dan jujur, tanpa hype atau klaim berlebihan.

Analisis Ahli

Daniela Amodei
Menekankan pentingnya menjaga AI tetap bermanfaat, jujur, dan aman sambil mengakui ketidakpastian dalam mencapai AGI sepenuhnya.
Dario Amodei
Mendorong efisiensi daripada sekedar peningkatan skala dalam pengembangan teknologi AI sebagai pendekatan masa depan.
Tasmia Sharmin
Mengkritik pergeseran definisi AGI yang terus berubah sehingga mengaburkan pemahaman publik tentang kemampuan AI saat ini.