Membedah Klaim Viral 600.000 Preorder Ponsel Trump yang Diragukan
Bisnis
Marketing
16 Jan 2026
95 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Klaim tentang preorder Trump Mobile tidak didukung oleh bukti yang kuat.
Informasi yang salah dapat menyebar dengan cepat di media sosial dan memengaruhi pemberitaan.
Penyelidikan terhadap praktik pemasaran Trump Mobile menunjukkan perhatian terhadap potensi penipuan.
Ponsel Trump masih menjadi topik perbincangan hangat karena kabar adanya hampir 600.000 preorder dengan deposit Rp 1.67 juta ($100) per unit yang beredar luas di internet. Namun, klaim angka penjualan ini masih diragukan karena belum ada konfirmasi resmi dari Trump Mobile maupun media besar yang dapat dipercaya.
Klaim jumlah preorder ini pertama kali menyebar melalui sebuah akun anonim di media sosial yang kemudian diperkuat oleh beberapa publikasi yang melaporkan tanpa sumber akurat. Beberapa media bahkan mengutip sumber yang tidak ada atau salah, seperti Associated Press, yang sudah menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan angka tersebut.
Perluasan berita palsu ini menarik perhatian pejabat seperti gubernur California, Gavin Newsom, yang secara tidak langsung ikut menyebarkan informasi ini dengan membagikan postingan dari sumber yang belum terverifikasi. Ini memperlihatkan betapa mudahnya misinformasi terdistribusi bahkan di kalangan pejabat.
Dalam upaya mencari kebenaran, wartawan menghubungi pihak-pihak terkait termasuk Trump Mobile dan wartawan yang melaporkan berita tersebut, namun hingga kini tidak ada data resmi yang mengonfirmasi jumlah preorder tersebut. Ini membuktikan informasi itu sangat diragukan kebenarannya.
Kondisi ini menjadi contoh bagaimana era digital dan penggunaan AI dapat memperkuat berita palsu sehingga menimbulkan kebingungan publik. Penting bagi pembaca untuk selalu memeriksa keaslian berita dan menunggu konfirmasi resmi agar tidak terjebak dalam misinformasi.
Analisis Ahli
Lauren Easton
AP tidak pernah melaporkan angka preorder 600.000, ini adalah informasi yang salah dan tidak berdasar.