Penelitian Ungkap Nada Kasar Buat Jawaban ChatGPT Lebih Akurat Tapi Risiko Tinggi
Courtesy of CNBCIndonesia

Penelitian Ungkap Nada Kasar Buat Jawaban ChatGPT Lebih Akurat Tapi Risiko Tinggi

Menjelaskan pengaruh nada dan kesopanan dalam interaksi pengguna dengan chatbot AI pada akurasi jawaban yang dihasilkan serta dampak sosial dan teknis yang mungkin muncul dari pola penggunaan bahasa tersebut.

16 Jan 2026, 17.10 WIB
162 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pertanyaan yang lebih kasar kepada ChatGPT menghasilkan jawaban yang lebih akurat.
  • Bahasa yang tidak sopan dapat memiliki dampak negatif pada pengalaman pengguna dan norma komunikasi.
  • Interaksi dengan AI lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya, dipengaruhi oleh nada dan struktur pertanyaan.
Jakarta, Indonesia - Sebuah penelitian dari The Pennsylvania State University menginvestigasi bagaimana tingkat kesopanan dalam pertanyaan memengaruhi akurasi jawaban dari chatbot AI ChatGPT. Studi tersebut menguji lebih dari 250 pertanyaan dengan nada yang bervariasi mulai dari sangat sopan hingga sangat kasar untuk melihat bagaimana jawaban yang diberikan berubah berdasarkan nada tersebut.
Hasilnya cukup mengejutkan, di mana pertanyaan yang disampaikan dengan nada sangat kasar ternyata menghasilkan jawaban yang lebih akurat, mencapai 84,8%. Angka ini lebih tinggi sekitar 4 poin persentase dibandingkan pertanyaan dengan nada sangat sopan, yang menunjukkan bahwa chatbot merespons nada kasar dengan lebih tepat.
Para peneliti memberikan contoh bahwa pertanyaan seperti 'Hei, pesuruh, selesaikan ini' mendapatkan respons yang lebih baik daripada kalimat yang lebih santun seperti 'Maukah Anda membantu menyelesaikan pertanyaan berikut?'. Meski begitu, penggunaan bahasa kasar dinilai berpotensi memberikan dampak negatif bagi pengalaman dan norma komunikasi pengguna.
Studi ini juga mengungkap bahwa baik nada maupun struktur kalimat memiliki pengaruh signifikan terhadap respons yang diberikan chatbot AI. Temuan ini mengindikasikan bahwa interaksi antara manusia dan AI lebih kompleks dan memiliki nuansa yang belum sepenuhnya dipahami oleh para pengembang.
Penelitian lebih lanjut disarankan karena studi ini terbatas pada satu model AI, ChatGPT 4, dengan sampel yang relatif kecil. Para peneliti memperkirakan bahwa model AI yang lebih maju ke depannya mungkin tidak akan terlalu terpengaruh oleh nada, melainkan fokus pada esensi dari pertanyaan yang diajukan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260116154402-37-702924/studi-kasar-ke-chatgpt-bisa-bikin-jawaban-lebih-akurat

Analisis Ahli

Akhil Kumar
"Temuan ini menegaskan kompleksitas interaksi manusia dan mesin yang lebih dalam dari sekadar instruksi teks, menyoroti tantangan dan peluang dalam mengembangkan AI yang responsif dan adaptif terhadap konteks dan nada."

Analisis Kami

"Penemuan ini menarik karena mengungkap bagaimana bias dalam pemrograman LLM dapat secara tak terduga mengutamakan nada kasar untuk akurasi, yang menunjukkan masih ada ruang besar untuk pengembangan di bidang NLP agar interaksi lebih manusiawi dan inklusif. Namun, perlu ada keseimbangan agar model AI tidak mendorong norma komunikasi negatif yang dapat membahayakan pengalaman pengguna secara sosial."

Prediksi Kami

Di masa depan, semakin banyak model AI akan dikembangkan agar lebih tahan terhadap variasi nada dan kesopanan dalam pertanyaan, sehingga dapat memberikan jawaban yang akurat tanpa dipengaruhi oleh nada kasar atau sopan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan dalam studi dari The Pennsylvania State University tentang ChatGPT?
A
Studi tersebut menemukan bahwa semakin kasar pertanyaan yang diajukan kepada ChatGPT, semakin akurat jawabannya.
Q
Bagaimana cara pertanyaan yang disampaikan memengaruhi akurasi jawaban ChatGPT?
A
Pertanyaan yang disampaikan dengan cara kasar menghasilkan akurasi 84,8%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertanyaan yang sopan.
Q
Apa konsekuensi dari menggunakan bahasa yang kasar dalam interaksi dengan AI?
A
Penggunaan bahasa yang kasar dapat berdampak negatif pada pengalaman pengguna dan berkontribusi pada norma komunikasi yang berbahaya.
Q
Apa saja keterbatasan yang dicatat oleh para peneliti dalam studi mereka?
A
Keterbatasan yang dicatat termasuk ukuran sampel yang kecil dan ketergantungan pada satu model AI.
Q
Mengapa interaksi manusia-AI dianggap lebih bernuansa?
A
Interaksi manusia-AI dianggap lebih bernuansa karena respons dapat bervariasi berdasarkan detail kecil dalam pertanyaan.