AI Terbaru Mulai Pecahkan Masalah Matematika Sulit dari Erdős
Sains
Matematika
15 Jan 2026
150 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kemajuan AI dalam menyelesaikan masalah matematika, khususnya masalah Erdős, menunjukkan potensi besar dalam penelitian matematika.
Model AI terbaru telah menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam pemecahan masalah matematika yang sebelumnya sulit dipecahkan.
Penerimaan dan penggunaan alat AI oleh matematikawan ternama mencerminkan perubahan dalam pendekatan penelitian matematika.
Neel Somani, seorang insinyur perangkat lunak dan peneliti sebelumnya, menemukan bahwa model AI terbaru dari OpenAI, ChatGPT versi 5.2, mampu memecahkan masalah matematika yang selama ini dianggap sulit bagi mesin. Ia memberikan waktu 15 menit dan model AI itu berhasil memberikan solusi lengkap yang juga diverifikasi dengan alat formaliasi bernama Harmonic.
Model tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dalam penalaran matematika, bahkan mampu mengutip teorema klasik seperti Legendre dan Bertrand serta menemukan solusi yang berbeda dan lebih lengkap dari solusi yang pernah dipublikasikan oleh matematikawan Harvard, Noam Elkies. Hal ini menunjukkan AI mulai mampu maju melewati batas sebelumnya.
Setelah rilis GPT 5.2, semakin banyak masalah matematika terbuka yang berhasil diselesaikan. Sejak Natal, ada 15 masalah dari koleksi masalah terbuka yang dikemukakan oleh Paul Erdős yang berhasil diselesaikan, dan sebagian besar menggunakan bantuan AI. Ini menunjukkan bahwa AI mulai diaplikasikan secara nyata dalam komunitas matematika.
Matematikawan terkenal Terence Tao mengamati bahwa AI sangat cocok untuk menangani sejumlah besar masalah Erdős yang memang relatif mudah tapi tersembunyi, sehingga diharapkan banyak masalah sederhana tersebut dapat selesai hanya dengan metode AI. Transformasi lain adalah penggunaan formaliasi matematika dengan alat seperti Lean dan Harmonic, yang mempercepat validasi serta perpanjangan solusi matematika.
Pendiri Harmonic, Tudor Achim, menyatakan yang paling penting bukan jumlah masalah yang diselesaikan, melainkan kenyataan bahwa para matematikawan profesional mulai menggunakan alat AI dalam riset mereka. Ini menandai titik balik penerimaan AI sebagai alat bantu kredibel di bidang matematika dan ilmu komputer.
Analisis Ahli
Terence Tao
AI lebih efektif diterapkan pada masalah Erdős yang 'long tail' dengan solusi yang lebih sederhana sehingga berpotensi menyelesaikan banyak masalah yang selama ini terabaikan.

