TLDR
Aplikasi 'Dead or Alive' mencerminkan tren hidup sendirian di kalangan generasi muda di Tiongkok. Konsep aplikasi ini mengangkat tema kematian dengan cara yang menghibur dan menarik. Aplikasi ini menunjukkan potensi besar dalam pasar aplikasi yang tidak biasa dan inovatif. Aplikasi ponsel asal China bernama 'Dead or Alive' kini menjadi salah satu aplikasi teratas di negara itu dengan tema unik yang menghibur sekaligus tentang kematian, sebuah tema yang biasanya dianggap tabu dalam banyak budaya.Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna untuk melakukan check-in harian dengan menekan tombol hijau besar yang menandakan mereka masih 'hidup'. Jika tidak melakukan check-in selama dua hari berturut-turut, aplikasi mengirim notifikasi ke kontak darurat pengguna.Biaya pengembangan aplikasi ini cukup rendah, yakni sekitar US$140, namun valuasi aplikasinya telah melonjak hingga mencapai US$1,4 juta, yang menunjukkan potensi ekonomi dari ide aplikasi ini.App ini merupakan produk dari Ele.me, raksasa pengantaran makanan di China yang kini berada di bawah Alibaba dan telah direvitalisasi menjadi Taobao Shangou, mencerminkan ide kreatif dalam penawaran layanan mereka.Fenomena ini juga menunjukkan perubahan gaya hidup anak muda China yang semakin banyak memilih tinggal sendiri dan membutuhkan cara baru untuk terhubung dengan komunitas dan terjamin keamanannya.