TLDR
HeyMates dan Buddyo menggabungkan teknologi AI dengan figurine koleksi untuk menciptakan pengalaman yang interaktif. Kedua perusahaan memiliki pendekatan berbeda terhadap pasar, dengan Olli fokus pada produk baru dan Buddyo berupaya memanfaatkan figurine yang sudah ada. Pasar untuk mainan AI dan teman virtual masih dalam tahap awal, tetapi potensi pertumbuhannya cukup besar. Pada acara CES tahun ini, dua startup, HeyMates dan Buddyo, menarik perhatian dengan menggabungkan figur koleksi lucu dengan teknologi AI chatbot yang interaktif. Mereka ingin menghidupkan kembali tren figur koleksi dengan sentuhan teknologi yang membuat karakter seperti Albert Einstein dan Darth Vader bisa diajak bicara dari meja kerja Anda.HeyMates, yang dikembangkan oleh perusahaan Olli, menghadirkan figur bergaya Funko Pop dengan chip RFID di dasar yang, ketika diletakkan di pangkalan pintar, memungkinkan figur tersebut berbicara sesuai dengan karakter yang diwakili. Startup ini berencana meluncurkan tiga figur awal, yaitu Einstein, Zara, dan Chandler, di Kickstarter nantinya.Di sisi lain, Buddyo merancang sebuah AI Pod yang kompatibel dengan Nintendo Amiibo dan figur lain melalui teknologi NFC. Melalui aplikasi Buddyo, pengguna bisa mengunggah foto figur mereka dan mendapatkan karakter AI yang dibuat berdasarkan gambar dan IP yang dikenal, lengkap dengan suara karakter yang sudah dikenal komunitas.Kedua startup menekankan pengalaman bercakap-cakap ringan yang menyenangkan dengan karakter AI, walaupun Buddyo juga menyediakan lapisan asisten AI yang lebih canggih dengan teknologi ChatGPT dan Gemini. Sementara HeyMates fokus pada topik yang spesifik seperti ilmu pengetahuan atau ramalan tarot.Pasar mainan koleksi sedang menghadapi tantangan karena pemain lama seperti Funko mengalami masalah keuangan, yang membuka peluang bagi inovasi seperti figur AI ini. Meski masih harus dilihat apakah konsep ini bisa menjadi pasar besar, kombinasi antara teknologi AI dan koleksi tampaknya menjadi pendekatan yang menjanjikan ke depannya.
Penggabungan teknologi AI dengan figur koleksi ini adalah strategi cerdas yang memanfaatkan nostalgia sekaligus inovasi teknologi untuk memperluas pasar mainan. Namun, keberhasilan komersial jangka panjang sangat bergantung pada kemampuan startup ini memproduksi konten AI yang menarik dan mempertahankan minat kolektor di tengah persaingan ketat dan tantangan lisensi IP.