Tiongkok Serukan Tindakan Internasional Hadapi Ambisi Nuklir Rahasia Jepang
Courtesy of SCMP

Tiongkok Serukan Tindakan Internasional Hadapi Ambisi Nuklir Rahasia Jepang

Memberikan peringatan kepada komunitas internasional agar mengambil langkah nyata dan tegas terhadap potensi ambisi nuklir Jepang yang dinilai meningkat dan berisiko mengganggu stabilitas regional.

09 Jan 2026, 18.11 WIB
290 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Tiongkok mengkhawatirkan ambisi nuklir Jepang.
  • Joe Biden memberikan informasi tentang kemampuan nuklir Jepang dalam percakapan dengan Xi Jinping.
  • Laporan Tiongkok menyerukan tindakan dari komunitas internasional terhadap potensi ancaman ini.
Beijing, Republik Rakyat Tiongkok - Tiongkok baru-baru ini merilis laporan resmi sepanjang 30 halaman yang menilai ancaman nuklir dari Jepang. Dalam laporan tersebut, disampaikan bahwa Jepang mungkin sudah memproduksi plutonium tingkat senjata secara rahasia dan memiliki kemampuan buat mengembangkan senjata nuklir dengan cepat. Ini menjadi perhatian besar bagi stabilitas kawasan Asia Timur.
Laporan itu juga mengutip pernyataan mantan Presiden AS, Joe Biden, yang sempat mengatakan bahwa Jepang memiliki kapasitas untuk memiliki senjata nuklir dalam waktu singkat. Biden menyampaikan hal ini saat berbicara dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, meskipun waktu pastinya pernyataan itu disampaikan tidak dijelaskan secara jelas.
Pihak Tiongkok dalam laporannya menyerukan agar komunitas internasional mengambil langkah konkret dan kuat guna mencegah Jepang melanjutkan atau memperkuat ambisi nuklirnya. Hal ini dianggap penting untuk menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah Asia Timur yang sensitif.
Reaksi dari pejabat Tiongkok atas pernyataan Biden sebelumnya memang belum muncul secara langsung di publik, tetapi laporan ini menunjukkan betapa seriusnya Tiongkok dalam mengawasi perkembangan militer Jepang. Ketegangan diplomatik kemungkinan akan meningkat antara kedua negara akibat isu ini.
Ke depan, ada risiko perlombaan senjata nuklir di kawasan Asia Timur jika isu ini tidak ditangani dengan baik melalui dialog internasional dan pengawasan yang ketat. Berbagai negara harus waspada agar konflik ini tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih serius bagi keamanan dunia.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3339370/china-cites-bidens-message-xi-japan-could-build-nuclear-weapons-overnight?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Dr. Siti Fauziah, Pengamat Hubungan Internasional
"Laporan ini memperlihatkan strategi Tiongkok dalam memanfaatkan isu nuklir sebagai cara untuk meningkatkan pengaruh dan kontrolnya di Asia Timur. Ketegangan semacam ini bisa memperburuk dinamika keamanan regional jika tidak ada dialog terbuka antar negara terkait."

Analisis Kami

"Laporan ini jelas mencerminkan kecemasan Beijing terhadap perkembangan militer Jepang yang dianggap mengancam keseimbangan kekuatan di kawasan. Namun, tuduhan tersembunyi ini juga berpotensi menjadi alat diplomatik bagi Tiongkok untuk menekan Jepang di arena politik internasional."

Prediksi Kami

Ketegangan antara Tiongkok dan Jepang terkait isu nuklir kemungkinan akan meningkat, memicu perlombaan senjata di kawasan Asia Timur dan menimbulkan ketidakstabilan geopolitik yang lebih besar.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dinyatakan dalam laporan resmi Tiongkok tentang Jepang?
A
Laporan resmi Tiongkok menyatakan bahwa Jepang mungkin telah memproduksi plutonium bersenjata secara rahasia.
Q
Siapa yang menyampaikan informasi tentang kemampuan nuklir Jepang?
A
Joe Biden, mantan Presiden Amerika Serikat, menyampaikan informasi tersebut.
Q
Apa yang dikatakan Joe Biden mengenai Jepang dan senjata nuklir?
A
Joe Biden menyatakan bahwa Jepang memiliki kapasitas untuk memiliki senjata nuklir 'dalam semalam'.
Q
Apa yang harus dilakukan oleh komunitas internasional menurut laporan Tiongkok?
A
Komunitas internasional diharapkan untuk mengambil langkah konkret dan kuat terhadap ambisi nuklir Jepang.
Q
Mengapa Jepang dianggap sebagai ancaman nuklir?
A
Jepang dianggap sebagai ancaman nuklir karena kemampuannya untuk memproduksi senjata nuklir dengan cepat.