
Courtesy of LiveScience
Bagaimana Alien Bisa Berkomunikasi dengan Sinyal Cahaya Berkedip Seperti Kunang-Kunang
Memperluas cara pandang dan metode pencarian sinyal komunikasi alien dengan mempertimbangkan kemungkinan sinyal cahaya berkedip ala kunang-kunang sebagai bentuk komunikasi peradaban luar bumi.
07 Jan 2026, 01.28 WIB
144 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Peradaban alien mungkin menggunakan sinyal berkedip untuk berkomunikasi.
- Pencarian kehidupan extraterrestrial sering kali terpengaruh oleh bias antropocentris.
- Kolaborasi antara penelitian SETI dan studi komunikasi hewan dapat membuka wawasan baru tentang cara komunikasi yang mungkin ada di luar Bumi.
Arizona, Amerika Serikat - Selama ini, pencarian kehidupan alien biasanya berfokus pada sinyal radio atau panas dari struktur besar buatan luar angkasa. Namun, pendekatan ini terlalu mengandalkan cara berkomunikasi manusia, yang bisa saja tidak sesuai dengan cara alien berkomunikasi.
Sebuah studi baru mengajukan ide bahwa alien bisa berkomunikasi menggunakan cahaya berkedip, mirip dengan kunang-kunang di Bumi. Kedipan ini bisa berfungsi sebagai sinyal pengenal atau pesan yang mudah dikenali oleh makhluk lain.
Para peneliti menggunakan pulsar, bintang neutron yang memancarkan sinyal teratur, sebagai contoh pola kedipan yang bisa dianalogikan untuk memahami sinyal semacam itu dari luar angkasa. Meskipun belum ditemukan adanya sinyal buatan pada pulsar, penelitian ini memberikan kerangka untuk deteksi di masa depan.
Penggunaan radio di Bumi semakin khusus dan terbatas, sehingga planet kita menjadi kurang terdengar dari luar angkasa. Ini membuat kemungkinan eksistensi peradaban lain yang berkomunikasi dengan metode non-radio lebih masuk akal.
Penulis studi mengajak komunitas ilmiah dan pencari kehidupan asing untuk berpikir lebih kreatif dan menghindari bias manusia dalam mencari tanda komunikasi alien. Studi ini adalah undangan untuk eksplorasi ide-ide baru dalam mencari kehidupan cerdas di alam semesta.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/extraterrestrial-life/advanced-alien-civilizations-could-be-communicating-like-fireflies-in-plain-sight-researchers-suggest
[1] https://www.livescience.com/space/extraterrestrial-life/advanced-alien-civilizations-could-be-communicating-like-fireflies-in-plain-sight-researchers-suggest
Analisis Ahli
Estelle Janin
"Menggarisbawahi pentingnya memperluas cara kita memahami komunikasi alien dengan mempertimbangkan bentuk-bentuk non-manusia, khususnya kombinasi ilmu komunikasi hewan dan astronomi."
SETI Researchers
"Mendukung ide untuk menjelajahi cara-cara baru mendeteksi tanda-tanda kehidupan cerdas tanpa mengandalkan eksklusif pada sinyal radio."
Analisis Kami
"Konsep menggunakan pola cahaya kedip untuk mendeteksi komunikasi alien adalah ide inovatif yang menantang pendekatan tradisional SETI. Namun, tanpa bukti empiris, kita harus tetap skeptis sambil terbuka terhadap beragam kemungkinan komunikasi yang mungkin jauh berbeda dari cara kita berkomunikasi."
Prediksi Kami
Di masa depan, metode pencarian sinyal alien akan berkembang memasukkan pencarian pola cahaya berkedip yang kompleks dan berulang, memperluas jangkauan deteksi kita terhadap bentuk komunikasi non-radio yang mungkin digunakan oleh peradaban asing.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diusulkan oleh penelitian baru mengenai komunikasi peradaban alien?A
Penelitian baru mengusulkan bahwa peradaban alien mungkin berkomunikasi dengan cara berkedip seperti kunang-kunang.Q
Mengapa pencarian SETI dapat mengalami bias antropocentris?A
Karena pencarian SETI cenderung fokus pada peradaban yang mirip manusia, sehingga dapat mengabaikan bentuk kehidupan yang berbeda.Q
Apa yang digunakan peneliti sebagai proxy untuk menganalisis sinyal komunikasi?A
Peneliti menggunakan sinyal dari lebih dari 150 pulsar sebagai proxy untuk menganalisis sinyal komunikasi.Q
Apa yang dicari oleh SETI Institute?A
SETI Institute mencari sinyal radio dari planet jauh dan megastruktur teknologi seperti Dyson sphere.Q
Mengapa penting untuk mempertimbangkan bentuk komunikasi non-manusia?A
Penting untuk mempertimbangkan bentuk komunikasi non-manusia agar pemahaman kita tentang komunikasi alien lebih luas dan beragam.




