Mui Board: Pengontrol Rumah Pintar Estetik yang Juga Pantau Tidur Tanpa Alat Wearable
Teknologi
Gadgets dan Wearable
05 Jan 2026
68 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Mui Board menawarkan pendekatan yang tenang dan estetis untuk mengontrol rumah pintar.
Teknologi pelacakan tidur yang digunakan dianggap hampir seakurat EEG tanpa perlu perangkat tambahan.
Mui Calm Sleep Platform mendukung relaksasi dan pengaturan lingkungan tidur tanpa menekankan metrik yang membebani.
Mui Board adalah alat pengontrol rumah pintar yang unik karena tampilannya sederhana dan alami, berupa potongan kayu yang memancarkan cahaya lembut saat digunakan. Ini berbeda dengan alat smart home lain yang biasanya memakai layar cerah dan desain teknologi yang mencolok, menjadikan Mui Board pilihan tepat untuk ditempatkan di kamar tidur.
Mui Lab, perusahaan di balik Mui Board, baru-baru ini mengembangkan Mui Calm Sleep Platform yang menggunakan sensor millimeter-wave untuk melacak tidur pengguna. Sensor ini bekerja dengan mendeteksi perubahan postur dan pernapasan tanpa perlu pengguna memakai alat seperti smartwatch atau ring yang sering dianggap kurang nyaman.
Platform ini dirancang agar tidak membuat tidur pengguna menjadi kompetisi angka atau statistik yang kadang justru menambah stres. Sebaliknya, ia akan mengatur pencahayaan kamar secara otomatis dan memandu pengguna melalui peregangan ringan sebelum tidur agar mudah rileks.
Selain itu, sistem ini mampu mengenali suara dan mendeteksi tanda-tanda kelelahan atau stres, sehingga bisa membantu memberi dorongan bagi pengguna untuk beristirahat lebih baik. Teknologi ini masih akan dikembangkan agar sensor deteksi tidur terintegrasi langsung dalam Mui Board tanpa perlu perangkat tambahan.
Fitur tambahan juga mencakup kontrol dengan gerakan tangan dari jarak jauh, seperti melambaikan tangan untuk mematikan alarm. Semua fitur ini dijadwalkan akan hadir dalam waktu dekat, menjadikan Mui Board solusi smart home yang estetis sekaligus bermanfaat untuk kesehatan tidur.
Analisis Ahli
Dr. Sari Wijaya (Ahli Neuroscience)
Teknologi radar untuk pelacakan tidur berpotensi besar karena mampu memberikan data fisiologis tanpa mengganggu tidur, namun akurasinya harus dibandingkan ketat dengan metode standar seperti EEG untuk memastikan validitasnya.

