Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gelombang Miliarder Baru yang Lahir dari Startup AI dan Inovasi Teknologi

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
31 Des 2025
83 dibaca
2 menit
Gelombang Miliarder Baru yang Lahir dari Startup AI dan Inovasi Teknologi

Rangkuman 15 Detik

AI telah menciptakan banyak miliarder baru melalui kesuksesan startup.
DeepSeek dan Scale AI adalah contoh perusahaan yang berhasil mengubah lanskap industri AI.
Pendiri startup pelabelan data seperti Edwin Chen dan Lucy Guo menunjukkan potensi besar dalam sektor ini.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus meningkat pesat hingga tahun 2025, menciptakan banyak peluang baru bagi para pengusaha dan startup di seluruh dunia. Forbes mencatat bahwa lebih dari 50 miliarder baru lahir dari kesuksesan startup AI yang mendominasi berbagai sektor industri. Salah satu startup yang cukup menonjol adalah DeepSeek dari China, yang berhasil mengembangkan model AI sumber terbuka yang mampu bersaing dengan model lain yang lebih tertutup. Pendiri DeepSeek, Lian Wenfeng, kini memiliki kekayaan mencapai Rp 192.05 triliun (US$11,5 miliar) . Ini menggambarkan bagaimana inovasi dalam model AI source terbuka dapat menghasilkan keuntungan besar sekaligus mengambil pasar secara global. Selain itu, AI juga menarik banyak talenta muda seperti Alexandr Wang, pendiri Scale AI yang menjadi miliarder pada tahun 2022, terutama setelah Meta mengambil alih 49% saham Scale dengan nilai lebih dari Rp 233.80 triliun (US$14 miliar) . Kesuksesan Scale AI tidak hanya memberikan keuntungan bagi Wang saja, tetapi juga salah satu rekan pendirinya, Lucy Guo, yang menjadi miliarder wanita termuda dengan kekayaan sekitar Rp 23.38 triliun (US$1,4 miliar) . Meskipun Guo sudah tidak bekerja di Scale sejak 2018, sahamnya yang masih tersimpan memungkinkan ia terus mendapat keuntungan dari pertumbuhan startup ini. Startup lain yang juga meraih valuasi miliaran dolar adalah Surge AI dengan nilai pasar Rp 400.80 triliun (US$24 miliar) dan pendirinya Edwin Chen dengan kekayaan Rp 300.60 triliun (US$18 miliar) . Selain itu, Mercor juga berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar Rp 4.17 triliun (US$250 juta) dengan valuasi mencapai Rp 167.00 triliun (US$10 miliar) pada Oktober lalu. Kekayaan para pendiri Mercor masing-masing mencapai Rp 36.74 triliun (US$2,2 miliar) . Fenomena ini menunjukkan bahwa pengembangan AI bukan hanya mengubah teknologi, tapi juga memberi dampak besar pada ekonomi global dengan menciptakan miliarder-miliarder baru. Ke depan, perkembangan startup AI kemungkinan akan terus meningkat, mendorong inovasi lebih lanjut dan merubah peta persaingan bisnis global.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Perkembangan startup AI dengan sumber terbuka dan pelabelan data adalah langkah penting menuju adopsi AI yang lebih luas dan inklusif, membuka peluang besar di berbagai industri.
Fei-Fei Li
Sukses pendiri startup AI ini mencerminkan pentingnya inovasi dalam pengolahan data yang berkualitas, yang menjadi fondasi utama kemajuan teknologi AI saat ini.