Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Aflac Kena Serangan Siber, Data 22,65 Juta Pelanggan Dicuri Hacker

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
24 Des 2025
242 dibaca
2 menit
Aflac Kena Serangan Siber, Data 22,65 Juta Pelanggan Dicuri Hacker

AI summary

Aflac mengalami pelanggaran data besar yang memengaruhi lebih dari 22 juta orang.
Informasi pribadi yang dicuri termasuk nomor Jaminan Sosial dan informasi kesehatan.
Scattered Spider diduga sebagai kelompok peretas yang menargetkan industri asuransi.
Pada bulan Juni, perusahaan asuransi besar asal Amerika Serikat, Aflac, mengumumkan bahwa mereka mengalami pelanggaran data yang besar. Data pribadi jutaan pelanggan mereka, seperti nomor Jaminan Sosial dan informasi kesehatan, dicuri oleh peretas misterius. Awalnya, Aflac tidak menginformasikan berapa banyak pelanggan yang terdampak dari insiden ini.Kemudian pada hari Selasa, Aflac mengonfirmasi bahwa mereka sudah mulai memberi tahu sekitar 22,65 juta orang yang datanya ikut dicuri dalam serangan siber tersebut. Informasi yang dicuri tidak hanya nama dan tanggal lahir, tetapi juga alamat rumah, nomor identitas resmi seperti paspor dan SIM, serta data kesehatan dan asuransi pelanggan.Dalam laporan ke pejabat keamanan di Texas dan Iowa, Aflac menyebut bahwa pelaku serangan diduga berasal dari sebuah kelompok kriminal dunia maya yang sudah dikenal oleh pihak berwenang dan pakar keamanan siber. Diduga kelompok ini memang sengaja menargetkan perusahaan asuransi secara besar-besaran pada waktu yang bersamaan.Berdasarkan investigasi dan waktu serangan, kemungkinan kelompok hacker yang bertanggung jawab adalah Scattered Spider, yaitu sebuah kelompok yang anggotanya kebanyakan adalah pemuda berbahasa Inggris. Selain Aflac, ada juga perusahaan asuransi lain seperti Erie Insurance dan Philadelphia Insurance Companies yang turut mengalami serangan serupa.Aflac sendiri memiliki sekitar 50 juta pelanggan di seluruh Amerika Serikat. Serangan besar ini menjadi peringatan bagi semua perusahaan asuransi untuk lebih waspada dan memperkuat keamanan data pelanggannya agar tidak mudah menjadi korban pencurian informasi pribadi yang berbahaya.

Experts Analysis

Brian Krebs (Jurnalis keamanan siber)
Serangan skala besar seperti ini menegaskan bahwa pelaku kejahatan siber semakin terorganisir dan terfokus pada sektor-sektor yang menyimpan data pribadi nilai tinggi. Perlu ada kerjasama erat antara perusahaan asuransi dan badan hukum untuk mencegah dan merespons insiden secepat mungkin.
Editorial Note
Pelaku serangan siber yang menargetkan data pelanggan asuransi menunjukkan betapa rentannya industri ini terhadap ancaman digital yang semakin canggih. Aflac dan perusahaan lain harus segera meningkatkan sistem keamanan mereka, serta transparansi dalam mengkomunikasikan insiden demi menjaga kepercayaan pelanggan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.