Aplikasi Populer Terkait Militer Siber Israel, Apa Risiko Privasinya?
Teknologi
Keamanan Siber
20 Des 2025
112 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Banyak aplikasi populer memiliki keterkaitan dengan militer Israel, khususnya Unit 8200.
Pengumpulan data oleh aplikasi ini menimbulkan kekhawatiran tentang privasi pengguna.
Pengguna disarankan untuk lebih berhati-hati dalam memilih aplikasi dan memeriksa latar belakang pengembang.
Banyak aplikasi populer yang digunakan secara luas, termasuk di Indonesia, ternyata dikembangkan oleh alumni dan personel aktif unit militer siber Israel, seperti Unit 8200 dan Mamram. Unit-unit ini terkenal dengan kemampuan intelijen dan perang sibernya. Keberadaan hubungan ini jarang diketahui oleh pengguna umum yang hanya peduli pada fungsi aplikasi.
Aplikasi-aplikasi tersebut beragam, mulai dari aplikasi peta digital seperti Waze dan Moovit, sampai game mobile dan aplikasi pengeditan video berbasis kecerdasan buatan. Meski terlihat seperti aplikasi biasa, latar belakang pendirinya menimbulkan kekhawatiran tersendiri, khususnya soal motif pengumpulan data pengguna yang tersembunyi.
Beberapa aplikasi disebut menyematkan adware dan pelacak yang mengumpulkan data pribadi secara berlebihan. Contoh nyata adalah aplikasi Simple Gallery, yang setelah diakuisisi oleh perusahaan Israel, berubah fungsi menjadi bisnis besar yang sangat menguntungkan namun kontroversial karena perubahan kebijakan privasi yang tidak transparan.
Kritik atas praktik pengumpulan data yang agresif juga dialamatkan kepada perusahaan seperti ZipoApps dan Supersonic. Meski begitu, angka unduhan aplikasi ini terus naik didorong oleh pengeluaran iklan besar dan kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi besar seperti Google dan Facebook, membuat aplikasi tersebut tetap populer di kalangan pengguna.
Pengguna disarankan untuk lebih waspada dengan memeriksa pengembang aplikasi di toko resmi, menelusuri profil perusahaan di LinkedIn atau Crunchbase, serta memilih aplikasi yang memiliki komitmen terhadap pengelolaan data yang aman dan etis. Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan data dan menjaga privasi digital.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Pengumpulan data oleh aplikasi yang berhubungan dengan badan militer atau intelijen menimbulkan risiko besar terhadap privasi pengguna dan bisa digunakan untuk kepentingan pengawasan massal.Eva Galperin
Pengguna perlu lebih banyak kontrol dan pilihan atas data mereka, serta kesadaran akan latar belakang pengembang aplikasi yang mereka gunakan sehari-hari.