TLDR
Teknologi video volumetrik memiliki potensi untuk meningkatkan pengalaman menonton olahraga di kalangan generasi Z. Peripheral Labs berusaha untuk membuat teknologi ini lebih terjangkau dan dapat diakses oleh lebih banyak tim dan penyiar. Penggunaan analisis biomekanik dalam sistem dapat memberikan wawasan baru bagi pelatih tentang kinerja pemain. Perlahan-lahan, minat menonton olahraga secara langsung mulai berkurang, terutama di kalangan generasi muda seperti Gen Z. Untuk mengubah tren ini, Peripheral Labs yang baru didirikan berfokus pada membuat pengalaman nonton olahraga menjadi lebih menarik dengan teknologi video 3D volumetrik yang bisa memperlihatkan pertandingan dari berbagai sudut pandang, seperti bermain langsung di lapangan.Perusahaan yang berbasis di Toronto ini didirikan oleh dua orang yang sebelumnya bekerja di tim kendaraan otonom Universitas Toronto, Kelvin Cui dan Mustafa Khan. Mereka menggunakan pengalaman mereka dalam bidang teknologi kendaraan otonom dan robotik untuk mengembangkan sistem yang mampu membangun ulang video pertandingan bola atau hoki secara tiga dimensi menggunakan lebih sedikit kamera, sehingga mengurangi biaya dan node operasional.Teknologi mereka tidak hanya membuat visual yang memukau, tetapi juga mengukur pergerakan dan fleksibilitas pemain melalui data biomekanik. Pelatih dan analis olahraga bisa menggunakan informasi ini untuk mengoptimalkan performa dan strategi pemain, misalnya dengan memeriksa gerakan sendi seperti lutut dan pergelangan kaki secara detail.Peripheral Labs berhasil mendapatkan modal pendanaan awal sebesar 3,6 juta dolar AS yang dipimpin oleh Khosla Ventures, yang turut didukung oleh beberapa investor lain. Mereka juga sedang menjajaki kemitraan dengan beberapa tim olahraga di Amerika Utara agar teknologi mereka dapat segera diuji secara nyata dalam pertandingan.Dengan dukungan dana, tim yang semakin bertambah, dan fokus pada pengembangan platform serta hardware untuk mengurangi biaya sekaligus meningkatkan kualitas tampilan 3D, Peripheral Labs berharap dapat menjadi pionir dan standar baru dalam menonton olahraga secara interaktif dan imersif di masa depan.